Ketik disini

Praya

Penuhi Undangan Masyarakat, Bupati Jadi Komandan Mancing

Bagikan

* Melihat Aktifitas Para Pejabat Pemkab Mengisi Liburan

Di tengah kepenatan, kesibukan dan kepadatan kerja, Bupati HM Suhaili FT bersama beberapa pejabat, memanfaatkan waktu untuk mancing ikan air tawar.

PAGI  yang cukup cerah di desa Wajegeseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah Sabtu, kemarin. Di desa yang satu itu, diselenggarakan acara pengukuhan asosiasi pengelola bambu Lombok (APBL), di barengi dengan pemberian sejumlah bantuan alat pertanian dan perkebunan, kepada kelompok tani.

Kendati hari libur, orang nomor satu di Gumi Tatas Tuhu Trasna HM Suhaili FT, tetap menyempatkan waktu memenuhi undangan besar, yang diselenggarakan panitia. Pada kesempatan itu juga, dia menerima bantuan dari BP DAS Dodokan Moyosari NTB, kemudian di salurkan kembali kepada warga.

Pada acara itu, hanya beberapa pejabat lingkup Pemkab yang menyempatkan diri hadir, begitu pula pemerintah kecamatan. Sebut saja, kepala Dinas Koperindag H Amir Husen, Kepala Dinas PU HL Rasyidi, Kepala Dinas Budpar HL Muhammad Putrie, Kepala Dinas Hutbun Pan Rahayu Samsor, Kepala Dispernak H Ibrahim, Kasat Pol PP Murti, Kepala Bappeda Lalu Satria Atmawinata, dan Kabid Tenaga Kerja Disnakertran Masrun.

Tidak ketinggalan Camat Janapria HM Munir dan tuan rumah Camat Kopang Lalu Setiawan Kendati demikian, agenda kegiatan berjalan lancar. Setelah memastikan, seluruh undangan dan kegiatan formal selesai, HM Suhaili FT bersama sejumlah pejabat tidak lantas pulang ke rumah masing-masing.

Mereka memanfaatkan waktu sejenak, untuk membuang kepenatan, kesibukan dan kepadatan kerja. Dengan cara, mancing ikan di kolam milik salah satu warga di Kopang. Suasana hening dan bercampur canda gurau, membuat mereka semakin akrab. Aktifitas semacam itu menjadi agenda rutin, atau menyesuaikan waktu kosong.

Hikmah dari memancing, bagi mereka adalah belajar memusatkan konsentrasi, dengan sikap tenang, ikhlas, sabar dan tetap ikhtiar. Prakteknya, mereka jalankan di setiap program kerja, di kantor, kehidupan rumah tangga dan masyarakat. Memancing bukan serta merta mencari ikan, atau lauk pauk. Tapi, lebih kepada hikmah yang di maksud.

Tidak itu saja, memancing juga sebagai wahana memperkuat kebersamaan dan silaturahmi antar mereka. Karena, di tengah kesibukan, mereka jarang sekali bertemu satu sama lainnya. Kalau pun bertemu, yang dibicarakan masalah yang serius saja. Begitu pula dengan pejabat tertinggi di lingkup Loteng yaitu Bupati.

Bagi HM Suhaili FT suasana seperti itu, dapat menciptakan hubungan harmonis, seirama, kompak dan bersama-sama membangun daerah. Apalagi, selingan dari memancing adalah bertemu langsung dengan masyarakat bawah. Akar rumput itu pun memanfaatkan kesempatan tersebut, untuk sekedar curhat atau memberikan masukan program kerja kepada mereka.

Suguhan kopi hangat, di tengah hamparan tanaman padi membuat suasana semakin akrab. Seolah tidak ada skat atau perbedaan antara mereka. “Kami ini adalah pelayan masyarakat, diminta, diamanahkan dan diperintahkan untuk melayani. Bukan dilayani,” ujar HM Suhaili FT.

Atas dasar itu, turun ke masyarakat sambil memancing atau dalam bahasa trennya yaitu, blusukan, menurut Suhaili sebagai wahana mencari masukan, menerima kritikan, bukan sanjungan. Apalagi, dia merasa masih banyak pekerjaan atau program kerja yang belum tercapai maksimal, selama dirinya dan wakil bupati HL Normal Suzana memimpin Loteng sejak 27 November 2010 lalu.

Untuk itulah, disisa waktu 10 bulan kedepan, dia bersama wakilnya dan seluruh pelayan masyarakat, berusaha menyelesaikan capaian yang dimaksud. “Amanah dan perintah yang diberikan kepada kami tinggal menghitung bulan saja. Semoga, apa yang kami kerjakan dan berikan kepada seluruh masyaralat Loteng, bermanfaat dan bernilai,” serunya.(dedi)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *