Ketik disini

Pendidikan

PPDB, Sekolah Non Unggulan Terancam

Bagikan

MATARAM – Menjelang penerimaan peserta didik baru (PPDB), beberapa sekolah non unggulan sudah mulai pusing dikarenakan memikirkan kuota siswa yang akan mendaftar. Kurangnya minat siswa bersekolah disana menjadi faktor utama.

Bukan hanya siswa, masyarakat yang dalam hal ini wali murid sudah mengklasifikasi sekolah unggulan dan non unggulan. Fenomena itu terjadi karena mereka masih menganggap sekolah-sekolah di kawasan kota lebih favorit ketimbang di pedalaman.

Kekurangan dan kelebihan siswa dalam suatu sekolah saat ini harus mendapatkan perhatian khusus. Jika hal ini dibiarkan begitu saja tidak menutup kemungkinan seperti pada tahun-tahun sebelumya akan ada sekolah akan mengalami kekurangan siswa atau bahakan lebih parah kelas tertentu akan ditutup.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dikpora Kota Mataram H Zainal Arifin membenarkan kondisi ini. Dikatakan Zainal memang ada beberapa sekolah yang dibanjiri peminat. Sekolah tersebut telah diplot oleh masyarakat sebagai sekolah favorit. Padahal pihaknya dan sekolah tersebut tidak pernah memasang papan pengemuman sekolah favorit atau tidak.

Keinginan para siswa untuk mendaftar di sekolah tersebut tidak bisa diintervensi oleh siapapun. Karena dalam Perbup PPDB isinya tidak ada ketegasan larangan siswa mendaftar ke sekolah favorit dari lokasi yang cukup jauh. Artinya tidak ada unsur larangan terhadap siswa dari daerah terdekat agar sekolah semua merata.

a�?a��Kita tidak bisa berbuat banyak. Karena keinginan masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya di sekolah favorit. Hal itulah yang menyebabkan beberapa sekolah yang kurang diminati mengalami kekurangan peserta didik. Disisi lain sekolah yang kebanjiran siswa akan membuka double shift,” ungkapnya.

Menurut dia, kekurangan peserta didik bukan kesalahan sekolah semata melainkan karena beberapa faktor yang menentukan. Faktor orang tua juga sangat menetukan sang anak dimana ia bersekolah. Keinginan orang tua yang menginginkan melihat anakanya mengenyam pendidikan di sekolah tertentu adalah hal yang paling menentukan.

”Kadang ada orang tua yang memang dulu dia alumni sekolah tertentu ahirnya dia memasukkan anaknya bersekolah disana. Tapi disini saya tidak mempermasalahkan soal kekurangan murid ini. Tapi yang paling penting adalah jangan sampai ada anak yang putus sekolah,” imbuhnya.

Kata Zainal, sosialisasi kepada calon peserta didik baru saat masih berada di tingkat SMP, tentang masalah pemahaman domisili atau aspek lokalitas dalam pendidikan sudah dilakukan. Sekaligus memberikan pemahaman kepada calon peserta didik baru, sebenaranya semua sekolah memiliki status, kelengkapan sarana dan prasarana, serta kemampuan guru yang sama.

”Kalau satu sekolah dan sekolah lainnya kualitasnya berbeda apa gunanya sertifikasi guru, bantuan sarana dan prasarana setiap tahun diberikan melalui APBD dan APBN,” pungkasnya. (cr-zen)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys