Ketik disini

Headline Selong

Warga Sembalun Gedor Polres

Bagikan

* Tuntut Keamanan dan Kenyamanan Wilayah

SELONG – Sejumlah perwakilan warga Desa Sembalun Bumbung mendatangi Polres Lombok Timur, kemarin. Kedatangan mereka kali ini guna melaporkan aksi pemarangan yang dilakukan Kadus Jerongkoak, Desa Bebidas dan anak buahnya terhadap sejumlah warga.

Dalam beberapa hari terakhir, setidaknya sudah tiga warga Sembalun Bumbung yang dicegat tanpa alasan yang jelas dan langsung dihadiahi tebasan parang. Ini belum termasuk pelemparan terhadap sejumlah kendaraan lain di saat warga melintasi jalan tersebut.

Yang terbaru, aksi premanisme ini dialami Rukmi salah seorang warga yang baru pulang dari aktifitas berjualan sayur. Dijelaskan, saat melintasi dusun tersebut, ia dicegat oleh sejumlah orang. Salah satunya menurut pria ini adalah Kadus setempat beserta anak buahnya. a�?Saya tanda itu kadusnya,a�? akunya.

Ia langsung disweeping dengan dimintai KTP. Begitu diketahui merupakan warga Sembalun Bumbung, tanpa mengetahui pokok permasalahan, ia pun langsung menerima tak kurang dari empat tebasan di sekujur tubuh. Tidak berhenti di situ, mobilnya juga mengalami sejumlah kerusakan akibat orang tersebut. a�?Dia bilang pokoknya semua warga Sembalun Bumbung akan dirazia,a�? katanya menceritakan.

Sementara itu, P Mardisah, Ketua Adat setempat yang juga pemimpin Linmas desa itu mengatakan permasalahan ini sudah hampir satu bulan terjadi. Pangkal persoalannya adalah keinginan salah seorang preman Jerongkoak yang dikatakan bernama H (inisial,red) untuk menguasai area parkir di kawasan wisata setempat.

Padahal, letaknya jelas berada di Desa Sembalun Bumbung dan bukan Desa Bebidas apalagi Dusun Jerongkoak. Linmas setempat pun sudah selama empat tahun ini mengelola kawasan itu tanpa pernah ada masalah. a�?Mereka tiba-tiba datang bawa preman. Linmas saya minta mundur supaya tidak ada bentrok,a�? jawabnya.

Kesepakatan awal, lanjutnya, sebenarnya pernah diupayakan. Beberapa kali pertemuan dilakukan, termasuk saat difasilitasi Bakesbangpoldagri Lotim. Dalam pertemuan itu disepakati kedua belah pihak menarik diri terlebih dahulu sebelum nanti diputuskan penyelesaian terbaik. Namun, H tetap bersikeras untuk menguasai sepenuhnya area itu. Karena tidak bisa mengambil alih dari warga setempat, ia pun melakukan penghadangan di dusunnya yang memang menjadi akses satu-satunya warga. a�?Dia pikir kita orang Sembalun ini kambing maen tebas saja,a�? ketusnya.

Melalui laporannya itu, warga meminta segera dilakukan penangkapan agar kondisi kembali kondusif. Warga yang kesal dengan kasi begal tersebut sebelumnya sempat menutup akses jalan dengan melakukan pemalangan pohon yang dirobohkan. Namun, kini kondisi akses sudah dibuka.

a�?Kami bukan takut perang, kalau mau itu sebentar saja satu desa lawan dusun kecil. Tapi kami ke polisi supaya ditindak itu yang mengganggu keamanan dan kenyamanan, biang keroknya cuman tiga orang kok,a�? pungkasnya. (yuk)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys