Ketik disini

Sumbawa

Separuh Koperasi Terancam Dibubarkan

Bagikan

* Sebagian Besar Koperasi Pertanian

SUMBAWA – Sebanyak 50 persen koperasi yang ada di Kabupaten Sumbawa terancam diputihkan atau dibubarkan. Hal ini dikarenakan koperasi tersebut tidak memiliki kegiatan atau mati suri.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Sumbawa, Zainal Abidin mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan inventarisir terhadap koperasi yang ada di Kabupaten Sumbawa. Hal ini dilakukan untuk mengetahui koperasi mana yang aktif dan yang tidak aktif.

”Data ini juga diminta oleh Diskoperindag NTB,” ujarnya yang didampingi Kabid Koperasi, M. Ali.

Dipaparkan, adapun jumlah keseluruhan koperasi di Kabupaten Sumbawa sebanyak 375 unit. Koperasi yang tidak aktif ini adalah koperasi yang tidak bisa menjalankan kegiatan sebagaimana mestinya. Kebanyakan koperasi yang tidak aktif adalah koperasi pertanian. Karena awalnya koperasi tersebut dibuat untuk menyalurkan apa yang menjadi keinginan anggotanya.

Karena itu, pihaknya akan mencoba untuk melakukan pendataan ulang. Bagi koperasi yang tidak aktif, tidak serta merta diputihkan. Karena ada sejumlah mekanisme yang harus dilalui terlebih dahulu. Salah satunya adalah dengan dilakukan pembinaan terhadap koperasi bersangkutan.

”Tujuan kami di sini adalah pembinaan terhadap koperasi yang ada. Sehingga perekonomian masyarakat kecil bisa berjalan,” terangnya.

Dengan pembinaan yang dilakukan, diharapkan potensi yang ada pada koperasi tersebut bisa berkembang. Karena ada berbagai macam kegiatan dalam masing-masing koperasi dimaksud. Menurutnya, hal ini merupakan salah satu tugas berat yang harus dituntaskan disamping pembenahan pasar.

Pihaknya juga akan melakukan koordinasi terkait pembinaan koperasi dengan sejumlah instansi terkait. Karena memang ada koperasi yang bernaung di bawah instansi pemerintah selain Diskoperindag. Seperti koperasi pertanian yang berada di bawah naungan Dinas Pertanian, serta koperasi nelayan yang berada di bawah naungan Dinas Kelautan dan Perikanan.

Jika pembinaan sudah dilakukan tapi koperasi tersebut belum berkembang, juga tidak langsung diputihkan. Pihaknya juga akan melihat perkembangan, melakukan pengawasan terhadap aset dan melihat kesanggupan dari pengurus. Jika sudah tidak bisa, maka jalan terakhir yang dilakukan adalah usulan pemutihan. Nantinya, usulan pemutihan ini akan disampaikan juga ke Diskoperindag NTB.

“Pemutihan sebuah koperasi juga harus melalui persetujuan dari Diskoperindag NTB,’’ ujarnya. (run)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *