Ketik disini

Headline Metropolis

Pemprov : Izin ESL Tetap Berlaku

Bagikan

* Gubernur Peringatkan Bupati Lotim

MATARAM -A� Pemprov NTB memastikan izin investasi yang dikantongi PT Eco Solution Lombok (ESL) untuk membangun kawasan wisata berwawasan lingkungan di Tanjung Ringgit, Lombok Timur, tetap berlaku. Pembatalan izin yang dilakukan Bupati Lombok Timur H Ali Bin Dahlan, dinyatakan tidak sah dan tak memiliki kekuatan hukum.

Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) NTB, Andi Pramaria pada Lombok Post rabu(4/2)mengatakan, sejak UU No 23/2014 tentang pemerintahan daerah terbit dan dinyatakan berlaku terhitung Oktober 2014, maka izin pengelolaan kawasan hutan kini menjadi kewenangan penuh pemerintah provinsi. a�?Karena itu, izin yang telah dikantongi PT ESL masih tetap berlaku,a�? tandas Andi.

Diberitakan koran ini, Pemda Lotim meminta PT ESL menuding PT ESL tidak melakukan atifitas apapun, menindaklanjuti izin yang dikantongi. Bahkan, melalui Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu H Syukri mengurus ulang seluruh bentuk perizinan dari awal. a�?Kalau mau lanjut, tolong urus izin dari awal,a�? tandas Syukri.

Menurut Andi, Gubernur juga telah melayangkan surat secara tertulis kepada Bupati Lombok Timur H Ali Bin Dachlan, sesuai surat Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, meminta Bupati mencabut surat pembatalan izin terhadap PT ESL. Gubernur juga telah melayangkan surat edaran ke seluruh bupati dan wali kota di NTB, untuk tidak menerbitkan izin apapun terkait pengelolaan kawasan hutan, perizinan sektor tambang dan perizinan di sektor kelautan dan perikanan, setelah terbitnya UU 23/2014.

Lantaran izin masih berlaku, maka Andi menegaskan, PT ESL tidak perlu lagi melakukan proses dari awal, seperti yang disampaikan otoritas di Lombok Timur. a�?Tetap lanjut sesuai proses yang sudah berjalan saat ini,a�? tandasnya.

Rencananya, hari ini Gubernur akan mengutus empat pejabat Pemprov untuk melakukan mediasi terkait masalah yang membelit investasi PT ESL di kawasan yang terkenal dengan Pantai Pink-nya itu.

Empat pejabat mediasi Pemprov NTB ini yakni Asisten I H Abdul Hakim, Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Muhammad Mahdi, Kepala Biro Hukum H Rusman dan Kepala Biro Pemerintahan Lalu Dirjaharta. a�?Tim akan bertemu Pemkab Lombok Timur besok (hari ini),a�? ungkap Andi.

Andi mengatakan, langkah pembatalan izin oleh Bupati Lotim telah sampai di Pemerintah Swedia. Sehingga secara resmi Pemerintah Swedia melayangkan protes ke Pemerintah RI. Menyusul protes itu, Gubernur pun menerima surat bertubi-tubi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan juga Kementerian Dalam Negeri, dan diminta klarifikasi. Mengingat, setelah UU 23/2014, kewenangan perizinan di kawasan hutan, mutlak kewenangan pemerintah provinsi.

a�?Saat ini, Gubernur adalah satu-satunya entitas yang menjadi wakil pemerintah pusat di daerah. Karena itu, Gubernur mengambil langkah sesuai dengan kewenangan yang diberikan Undang Undang,a�? tandas Andi.

ESL adalah perusahaan investasi asing yang merupakan konsorsium dari Swedia dan Uni Eropa. Mereka mendapat konsesi di areal hutan seluas 339 hektare di Tanjung Ringgit. Namun, hanya 10 persen yang akan dimanfaatkan sebagai kawasan wisata terpadu. Selebihnya akan direhabilitasi dengan penghijauan dan tetap dibiarkan menjadi hutan lindung dengan ekosistem yang terjaga utuh. Dan akan menjadi kawasan ecotourism terbesar di Asia.

Sementara itu, CEO ELS Jhon Higson kepada Lombok Post juga menegaskan bahwa, sejak menandatangani memorandum of understanding dengan Pemda Lombok Timur, ESL tidak pernah berhenti bekerja, dan melakukan aktifitas secara terus menerus. Mulai dari penuntasan pengurusan aspek legal, maupun melakukan aktifitas lain di kawasan Hutan Sekaroh. a�?ESL memiliki seluruh aspek legal prizinan, termasuk penetapan Izin Usaha Pemanfaatan Jasa Lingkungan (IUPJL) dari Kementerian Kehutanan,a�? kata Jhon.

Jhon juga menegaskan, jika seluruh aspek legal sudah tuntas, termasuk pembatalanA� sertifikat yang ada di dalam kawasan hutan, maka ESL akan melakukan proses pembangunan. a�?Kami tetap dengan komitmen awal untuk membangun kawasan ecoregion,a�? tandasnya dengan bahasa inggris ala Eropa. (kus/mni)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *