Ketik disini

Tanjung

Pencegahan Dilakukan, Warga Diminta Waspada

Bagikan

* Ketika Demam Berdarah Mulai Menyerang KLU

Kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi penyebab munculnya bibit penyakit belakangan ini. Salah satunya adalah penyakit demam berdarah. Sejak Januari hingga Februari, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung, Kabupaten Lombok Utara (KLU) mencatat ada tren meningkat untuk pasien demam berdarah.

Penyakit demam berdarah mulai menyerang masyarakat pemukiman padat penduduk dan sekitar pantai di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Sepanjang Januari lalu, tercatat jumlah pasien yang dirujuk dari puskesmas ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung, sebanyak 15 orang. a�?Saat ini pasien demam berdarah memang meningkat. Tetapi tidak hanya di KLU, di kabupaten dan kota lain juga mengalami peningkatan,a�? ujar Direktur RSUD Tanjung, HL Bahrudin.

Menurutnya, penyakit demam berdarah ini sangat dipengaruhi faktor cuaca yang terjadi di KLU belakangan ini. Cuaca yang tidak menentu antara hujan dan panas semakin mempercepat menyebarnya penyakit demam berdarah.

a�?Mending kalau hujan, hujan sekalian. Karena jika hujan terus, jentik nyamuk malah tidak berkembang. Tetapi kalau diselingi panas, jentik nyamuk pasti berkembang,a�? tuturnya.

Sejak awal Januari hingga Februari, tercatat 15 orang pasien suspect demam berdarah dirujuk ke RSUD. Dari hasil pemeriksaan IGG dan melihat jumlah trombosit pasien tersebut, sudah masuk dalam kategori demam berdarah.

Rata-rata pasien demam berdarah yang dirujuk ke RSUD berasal dari dua Kecamatan saja, yakni Tanjung dan Pemenang. Dua wilayah ini memang paling padat penduduknya dibandingkan tiga Kecamatan lain.

Dikatakan, tempat tinggal pasien-pasien ini memang cukup mendukung jadi tempat perkembangbiakan nyamuk. a�?Kami sudah berkoordinasi dengan Dikes terkait penanganan apa saja yang dilakukan,a�? cetusnya.

Dari keterangan Dikes, Bahrudin mengatakan, jika Dikes sudah melakukan pencegahan penyebaran demam berdarah dengan melakukan penyemprotan dan memberikan abate bagi masyarakat.

Meski pasien demam berdarah terindikasi mengalami peningkatan dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, namun Direktur Rumah Sakit menyebut belum ada satupun pasien yang dirujuk ke Rumah Sakit dengan tipe lebih besar, baik RSHK maupun RSUP NTB.A� Secara umum, rendahnya trombosit para pasien masih bisa ditanggulangi dengan melakukan infus darah.

a�?Grade penyakit ini masih grade 1 sampai 2, kalau sudah sampai grade 3 hingga 4, tentu kita tidak berani tangani dan harus dirujuk ke RS tipe B, karena harus dilakukan transfusi plasma. Sekadar transfusi darah untuk menambah trombosit, RSUD tipe C masih boleh menangani,a�? terangnya.

Melihat grade penyakit tersebut, Bahrudin pun menambahkan, hingga kini belum ada pasien yang sampai meninggal dunia. Hal ini karena kesadaran berobat masyarakat sudah mulai meningkat. Dari gejala dan penanganan, rata-rata pasien saat dirujuk ke Puskesmas lalu ke RSUD cukup tepat. Sebab jika terlambat, mungkin stadium penyakit bisa lebih berbahaya.

a�?Harapan kita tidak sampai KLB. Karena kalau angka kejadiannya sudah dua kali lipat dari bulan sebelumnya, maka itu sudah KLB. Dan yang menyatakan KLB adalah Dikes dan Pemda. Tetapi harapan kita, KLB cukup terjadi tahun 2009 lalu untuk kasus cikungunya,a�? pungkasnya. (puj)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys