Ketik disini

Metropolis

Penuh Ketegangan, Wawali Langsung Tinggalkan Ruangan

Bagikan

* Cerita di Balik Mutasi Pejabat Pemkot Mataram

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, mutasi pejabat lingkup Pemkot Mataram akhirnya terlaksana kemarin. Tapi, mutasi kali ini agak berbeda dari mutasi-mutasi sebelumnya. Kenapa?

***

KABAR mengenai mutasi pejabat menyeruak di lingkungan Setda Kota Mataram. Informasinya mutasi bakal digelar pukul 13.00 Wita kemudian mundur hingga pukul 14.00 Wita. Mutasi perdana di tahun 2015 ini menyasar 138 orang pejabat.

Namun, mutasi kali ini agak berbeda. Itu karena ketidakhadiran Wali Kota H Ahyar Abduh. Di kursi depan hanya terlihat Wakil Wali Kota H Mohan Roliskana. Tidak lama berselang, Sekda HL Makmur Said pun muncul di ruangan pelantikan.

Pelantikan yang seharusnya penuh senyuman dan tawa tidak terlihat di aula lantai III Kantor Wali Kota. Dari kejauhan, deretan pejabat eselon II terlihat saling berbisik. Sementara di deretan kursi pejabat yang bakal dilantik tidak semuanya terisi. Beberapa pejabat mengaku mereka baru menerima undangan beberapa saat sebelum mutasi.

Ketika protocol mulai membacakan nama-nama pejabat yang bakal dilantik, ketegangan belum juga cair. Seisi ruangan pun mulai sadar bila pelantikan kali ini akan dipimpin wawali. Ini merupakan kali pertama sepanjang kepemimpinan pasangan H Ahyar Abduh-H Mohan Roliskana (AMAN), mutasi dipimpin wawali.

Jika sebelumnya Wali Kota H Ahyar Abduh maupun Sekda HL Makmur Said menyebut, tidak ada pejabat yang promosi ke eselon II dan pensiun, semua berubah. Kabag APP Rudi Suryawan promosi ke eselon II menjadi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol). Sementara Kepala Bakesbangpol H Bondan Wisnujati bergeser ke Staf Ahli InfrastrukturA� mengganti posisi H Ibrahim. Satu lagi pejabat yang promosi adalah Sekretaris Dinas Kesehatan H Sudenom yang naik menjadi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora)A� menggantikan H Ruslan Effendy yang mengisi pos Staf Ahli SDM milik IB Jayanta.

Hingga 138 nama pejabat dibaca oleh protokol, suasana kikuk di ruangan pelantikan belum juga berubah. Ketegangan semakin lengkap dengan suara berat Wawali H Mohan Roliskana ketika akan mengambil sumpah.

Wajah Rudi Suryawan yang mewakili koleganya membacakan sumpah jabatan pun tampak tegang. Tangannya yang memegang map berisi teks sumpah jabatan terlihat bergetar. Suara yang keluar dari bibirnya pun terdengar terbata-bata.

Selanjutnya, wawali yang menyematkan tanda jabatan ke sejumlah lurah, tidak juga mengumbar senyum. Ketegangan ini rupanya diperhatikan oleh wawali. Ia sempat menyinggung beberapa patah kata saat memberi sambutan. a�?Dari tadi tegang semua ini, mungkin karena sudah sore,a��a�� katanya.

Usai sambutan yang hanya tiga menit, wawali langsung meninggalkan ruangan. Ia hanya terlihat menyalami dua pejabat yang mendapat promosi. Wartawan yang hendak mewawancarai wawali pun harus berlari mengejarnya. Namun, Mohan enggan berkomentar banyak. a�?Mutasi ini kebijakan Pak Wali sebagai kepala daerah,a��a�� katanya.

Ditanya soal suasana yang tegang dan pemberian sambutan yang singkat, Mohan mengaku tidak ada masalah. Ia mendorong supaya pejabat baru bisa beradaptasi dengan cepat. a�?Tidak ada kaitan mutasi sama pilkada,a��a�� sambungnya.

Keterangan wawali ini sedikit berbeda dengan informasi dari sumber di Sekretariat Daerah (Setda) Kota Mataram. Kabarnya, sebelum mutasi digelar, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, Wawali H Mohan Roliskana, dan Sekda Kota Mataram HL Makmur Said menggelar pertemuan di Pendopo Wali Kota Mataram. Disebut-sebut ada ketegangan dalam pendelegasian pelantikan mutasi menjadi sebab. Memang hingga siang hari usai pertemuan dengan jajaran TNI di aula Pendopo Wali Kota, H Ahyar Abduh masih memberikan sinyal untuk hadir.

a�?Saya juga kaget, tumben ini pak wakil (wawali) melantik,a��a�� ucap salah satu pejabat yang enggan dikorankan ini.

Pejabat ini pun mengakui, suasana pelantikan kali ini sedikit berbeda dari sebelumnya. Tidak hanya suasana pelantikan yang begitu tegang, untuk kali pertama wawali melantik pejabat. Usai melantik pun wawali disebut seperti kebingungan. a�?Kok seperti dadakan melantik pejabat. Saya lihat salaman dengan yang habis dilantik maju mundur,a��a�� katanya.

Selain itu, kata dia, promosi pejabat eselon II yang terjadi seolah dipaksakan. Sebelumnya sudah jauh hari dikatakan, tidak ada promosi dari eselon III ke eselon II mendadak di injury time muncul nama Rudi Suryawan dan H Sudenom yang mengisi pos eselon II. Situasi ini yang kemungkinan membuat situasi di birokrasi tidak nyaman. a�?Suasana itu mungkin yang terbawa sampai pelantikan tadi,a��a�� tambahnya. (febrian putra)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys