Ketik disini

Bima - Dompu Headline

Renda-Ngali Memanas

Bagikan

* Warga Desa Cenggu Ikut Blokir Jalan

BIMA – Hubungan antara warga Desa Renda dan Desa Ngali, Kecamatan Belo kembali memanas. Ketegangan antara kedua warga yang kerap bertikai ini dipicu kasus pencurian motor (curanmor).

Akibatnya, warga Renda yang menjadi korban curanmor melakukan sweeping terhadap warga Ngali. 6 unit sepeda motor milik warga Ngali diamankan oleh warga Renda. Hal itulah yang memicu dua kubu warga melakukan aksi blokir jalan di perbatasan dua desa tersebut.

Kedua kubu warga menebang sejumlah pohon pinggir jalan di perbatasan dua desa untuk memblokir jalan. Hingga berita ini ditulis, suasana di dua desa masih memanas. Kedua kubu terlihat terkonsentrasi pada beberapa titik di desanya.

Informasi yang dihimpun wartawan di lokasi, ketegangan kedua warga dipicu kasus curanmor. Warga Renda yang menjadi korban curanmor mengaku, mengenali motornya dikendarai oleh oknum warga Ngali. Sehingga warga Renda beranggapan pelaku pencurian adalah warga Ngali.

Kecurigaan itu membuat warga Renda memblokir jalan dan melakukan aksi sweeping. Sejumlah sepeda motor warga Ngali masih ditahan oleh warga Renda.

Menurut beberapa warga Renda, sepeda motor jenis Vixion milik korban Sondo hilang di Kota Bima. Mereka meminta sepeda motor itu dikembalikan. Warga Renda akan terus menyandera kendaraan warga Ngali hingga sepeda motor yang dicuri itu dikembalikan.

Kabag OPS Polres Bima Kabupaten, Kompol Muslim ditemui di lokasi belum bisa memberikan komentar terkait ketegangan dua kelompok warga tersebut. Sore kemarin, Muslim terlihat sibuk melakukan pendekatan dengan kedua belah pihak.

a�?a��Saya belum bisa komentar. Kita sedang upayakan dua kubu menyelesaikan persoalan mereka secara kekeluargaan,a��a�� katanya kepada Radar Tambora.

Masih di Kecamatan Belo, kemarin, warga Desa Cenggu juga ikut memblokir jalan. Tapi aksi blokir ini bukan lantaran konflik dengan desa tetangga. Warga memblokir jalan sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan yang rusak. Pemblokiran jalan tepatnya di jembatan di pertigaan desa setempat.

Aksi itu sebagai tindak lanjut dari aksi warga Runggu dan Roka yang menghadang rombongan bupati beberapa waktu lalu. Mereka menutup ruas jalan dengan sepeda motor. Akibatnya, jalan lingkar Cenggu-Renda dan Cenggu-Runggu lumpuh total. Sejumlah pengendara yang akan melintas terpaksa menunggu berjam-jam hingga aksi usai.

Koordinator aksi, Syaiful menilai Pemerintah Kabupaten Bima apatis terhadap kerusakan jalan di wilayah Belo dan sekitarnya. Mereka juga menilai bupati diskriminatif.

a�?a��Jalan di kecamatan lain di hotmix. Tapi jalan di Kecamatan Belo tidak diperhatikan,a��a�� tudingnya.

Dikatakan, jangankan diaspal seperti jalan di kecamatan lain,perawatan ringan saja tidak ada. Terutama di wilayah Belo Utara (Runggu-Roka).

a�?a��Kerusakan jalan di wilayah Belo diperparah tidak adanya drainase. Sehingga, ketika banjir jalan tergerus banjir,a��a�� katanya.

Aksi protes warga yang meminta perbaikan jalan di wilayah Kecamatan Belo telah berlangsung beberapa kali. Sejauh ini belum ditanggapi secara serius oleh pemerintah daerah.

Pantauan Radar Tambora, aksi blokade jalan itu dilakukan sejumlah aktivis di Kecamatan Belo. Aksi itu dimulai sekitar pukul 10.00 Wita. Akibatnya, kemacetan arus lalu lintas hingga satu kilometer.

Sejumlah pengendara yang sudah lama menunggu meminta agar jalan segera dibuka. Hal itu sempat memicu ketegangan antara pendemo dengan pengguna jalan.

Beruntung aparat kepolisian yang mengamankan aksi berhasil menenangkan suasana dan mengamankan pengemudi yang mengamuk. Aksi tersebut usai setelah perwakilan pemerintah menemui pendemo dan berjanji akan segera memperbaiki jalan tersebut. (edo)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys