Ketik disini

Praya

Polisi dan Jaksa Dinilai Lamban

Bagikan

* Usut Pembunuhan Warga Landah

PRAYA – Kepolisian dan kejaksaan di Lombok Tengah, dinilai lamban menangani kasus terbunuhnya Irwa Muliandi, warga Dusun Batu Ngapah, Desa Landah, Kecamatan Praya Timur, yang terjadi 3 November 2014 lalu. Pasalnya, sampai saat ini, belum ada kejelasan status tersangka, dan hukuman yang diberikan.

Parahnya lagi, selama proses pemeriksaan saksi dan pengumpulan barang bukti. Keluarga korban justru yang diminta pro aktif. Padahal, penanganan semacam itu, menjadi tugas dan tanggungjawab penyelidikan kepolisian. Bukan sebaliknya.

“Kok bisa kami diminta mencari dan menjemput saksi. Sudah kami mengalami duka, kok malah kami diperlakukan seperti ini,” kata keluarga korban Mahrip, di gedung DPRD Loteng.

Kasus tewasnya Irwa Muliandi itu sendiri, terjadi sejak 3 November sekitar pukul 01.00 Wita. Di mana, pada saat itu, korban bersama inisial Rn yang diduga pelaku, sedang pesta minuman keras, di salah satu dusun di Desa Ganti, Praya Timur. Entah kenapa, tiba-tiba percekcokan diantara mereka terjadi. Hingga, adu fisik.

Tidak lama kemudian, pelaku menikam dan menusuk korban menggunakan pisau, hingga korban terjatuh dan tak sadarkan diri. “Kami tidak pernah terlintas di pikiran, untuk balas dendam atau nyawa dibalas nyawa. Yang kami inginkan, polisi dan jaksa berikan kami kepastian penegakan hukumnya. Jangan lamban,” sindirnya dihadapan ketua DPRD Loteng Puaddi FT, Kasat Reskrim AKP Taufik, dan Kasi Pidum Kejari Praya Muslim.

Jika dilihat rentan waktu, tambah Mahrip penyelidikan dan penyidikan kasus yang menimpa keluarganya itu, menghabiskan tiga bulan, hingga masuk Februari ini tidak ada perkembangan sama sekali. “Yang jelas, kami sudah melakukan penyelidikan secara proporsional, sampai oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara maksimal,” tepis Kasat Reskrim Polres Loteng AKP Taufik.

Dikatakannya, dari lima saksi yang diperiksa, terdapat satu orang diantaranya membenarkan dugaan pembunuhan yang dilakukan inisial Rn. “Berkas perkara sudah kami limpahkan ke jaksa. Tinggal kita tunggu perkembangan di jaksa saja,” ujarnya. “Pelaku kami jatuhi hukuman 20 tahun penjara. Namun, yang memutuskan itu ada di tangan pengadilan,” tambahnya.

Kasi Pidum Kejari Praya Muslim mengatakan, jaksa telah menerima berkas perkara yang di maksud. Dalam waktu dekat, jaksa pun mempersiapkan keputusan P21 atau berkas lengkap. “Nantinya, pelaku dan barang bukti menjadi tanggungjawab kami. Setelah itu, kita limpahkan ke pengadilan,” katanya.

Agar memiliki kepastian dan kekuatan hukum, pihaknya terus melakukan penelahaan, dan penelitian. Sehingga, jeratan yang diberikan kepada pelaku, sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Yang jelas, masyarakat kita ingin proses hukum ini berjalan secara obyektif, sesuai aturan,” sambung ketua DPRD Loteng Puaddi FT.

Untuk itulah, pihaknya menekankan keberpihakannya kepada masyarakat, atau korban. Namun, bukan berarti mengeyampingkan aparat hukum. “Mohon agar aparat hukum merasakan sakitnya musibah yang diterima korban,” tambahnya. (dss)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *