Ketik disini

Tanjung

PT WAH: Persoalan Sudah Selesai

Bagikan

TANJUNG – Mangkirnya, pihak manajemen PT Wanawisata Alam Hayati (WAH) dari panggilan Ombusdman pusat terkait laporan salah seorang warga yang mengadukan kembali persoalan sengketa lahan di Gili Trawangan, bukan tanpa alasan. Seperti halnya Bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu, PT WAH juga menganggap persoalan itu sudah selesai.

a�?a��Persoalan sengketa tanah di Gili Trawangan yang melibatkan warga, sudah selesai,a��a�� kata kuasa hukum PT WAH, H Sukirno.

Dikatakan, persoalan kasus sengketa lahan di Gili Trawangan selesai melalui proses mediasi. Hasilnya, sebanyak 72 kepala keluarga yang sebelumnya menempati lahan PT WAH diberikan ganti rugi bangunan dan kompensasi lahan yang disepakati.

a�?Bagi kami persoalan lahan di Gili Trawangan itu sudah selesai. Kami juga berterimakasih kepada bupati yang membantu menyesaikan persoalan ini sampai tuntas. Sebab, kita tahu bahwa persoalan ini memakan waktu cukup panjang,a�? ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, kasus sengketa lahan di Gili Trawangan kembali mencuat setelah seorang warga mengadukan kembali persoalan ini ke Ombusdman. Tidak hanya pihak PT WAH yang dipanggil, melainkan mantan ketua Pansus dan Bupati Kabupaten Lombok Utara, juga mendapat surat panggilan.

Namun, dari surat panggilan tertanggal 28 Januari 2015 itu, Bupati KLU, DJohan Sjamsu beserta pihak PT WAH tidak mengahadiri panggilan tersebut. Hanya mantan anggota Pansus Aset Trawangan yakni Ardianto dan Zarkasi yang menghadiri panggilan itu. a�?Kami belum tahu apa maksud Ombusdman memanggil kami, yang saya tahu bahwa persoalan itu sudah selesai,a�? tutupnya.

Dikatakan, salah seorang warga yang diketahui bernama Ismail (pelapor ke Ombusdman), memang sejak awal tidak mau menerima hasil penyelesaian persoalan itu. a�?Karena tidak mau menerima, kami tidak berikan lahan sebagai kompensasi ganti rugi itu. Kemudian dia ini berulah, melalui berbagai cara ingin tetap bertahan di tanah orang,a�? jelasnya.

Lebih lanjut, Sukirno mengungkapkan, Ismail sudah dua kali dipidanakan atas tindakan pelanggaran hukum. Pidana yang pertama adalah menyewakan lahan tanpa izin PT WAH sebagai pemilik lahan dengan bukti sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) atas lahan seluas 13,9 hektar. Kemudian, Ismail Cs kembali dipidanakan atas kasus pengerusakan pagar dan bangunan milik PT WAH.

a�?Saat ini kembali dia mengadukan persoalan yang sudah selesai ini kepada Ombusdman. Kami tidak tahu maksud dan tujuannya apa,a�? katanya.

Yang jelas, menurut Sukirno, persoalan ini sudah diselesaikan dan tidak ada persoalan lagi. Penyelasaian oleh Pemda KLU antara PT WAH dan warga Gili Trawangan dapat dilihat dari luas lahan yang diberikan kepada warga sebagai bentuk ganti rugi.

Mediasi yang dilakukan oleh pihak Bupati jelas terlihat peran sertanya PT WAH untuk memberikan santunan kepada warga. a�?Luas lahan yang kami bebaskan untuk warga itu adalah 3,7 hektar dari total luas lahan 13,9 hektar. Dan itu untuk 72 kepala keluarga yang didata oleh pemda KLU. Awalnya hanya 45 kk, namun kembali berkembang sehingga menjadi 72 kk,a�? pungkasnya. (puj)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *