Ketik disini

Giri Menang

Tuding Ada Permainan, Eksekutif Bela Diri

Bagikan

* Melihat Kerja Pansus Mengendus Penyimpangan Izin (1)

Panitia khusus (pansus) yang dibentuk DPRD Lobar curiga ada permainan dibalik pengurusan izin. Apalagi, ada bangunan yang dengan leluasa berdiri tanpa modal surat izin.

Perizinan di Lombok Barat (Lobar) diduga ada masalah. Seperti itu lah tesis yang dilemparkan dewan sebelum membentuk panitia khusus (pansus). Apalagi, pemberitaan di sejumlah media massa gencar menyoroti masalah perizinan.

Mulai dari izin bangunan, izin usaha, vila, hingga izin karaoke. Dewan curiga dari beragam izin itu ada lubang permainan. Untuk itulah, pansus dibentuk agar masalah perizinan dapat ditemukan benang merahnya.

Nah, tiba saatnya pansus kerja. Mereka mengawali dengan meminta data kepada SKPD. Data-data itu pun diserahkan, meski sebagiannya ada yang telah.

Kemudian, mereka menggelar pertemuan guna membahas masalah perizinan. Momen itu rupanya dimanfaatkan pansus untuk menguber eksekutif.

Bobrok di bidang perizinan dibongkar. Mereka menilai ada kejanggalan dalam perizinan, seperti pembangunan vila, pelanggaran roi pantai, hingga pembangunan Lombok City Center.

Sulhan Mukhlis salah satu anggota pansus yang paling cerewet. Dia mempertanyakan izin sejumlah bangunan yang berada di Lobar. Misalkan pembangunanA� perumahan di Kediri, pembangunan tower, serta penertiban bangunan yang dianggap liar.

a�?Kawasan tersebut dilarang untuk mendirikan perumahan, apalagi dalam skala besar. Itu melanggar tata ruang dan tata wilayah (RTRW),a�? kata dia.

Sorotan itu disampaikan menyusul adanya kebijakan memperbolehkan ada perumahan di kediri. a�?Pada kenyataan sekarang, banyak sekali bangunan perumahan baru. Ada apa ini? Kok bisa ada izin?,a�? ujar Sulhan.

Saat ini, pembangunan perumahan TNI AD itu sedang berlangsung, bahkan sebagian sudah ada yang rampung. Tidak hanya itu, sekarang ada beberapa pengembang yang hendak melakukan pembangunan perumahan di di Montong Are, Kediri.

Menurut Sulhan, seharusnya eksekutif tidak memberikan izin membangun perumahan di kawasan tersebut. Sebab, larangan itu sudah jelas tercantum dalam RTRW. Namun, eksekutif terkesan acuh tanpa melakukan tindakan apapun.

a�?Kami ingin tahu, bagaimana izin itu keluar. Padahal, sudah jelas kawasan tersebut tidak diperbolehkan,a�? tegas dia.
Sulhan meminta eksekutif tidak saling lempar soal berdirinya perumahan yang diduga belum mengantongi izin. Instnasi terkait tegas dalam mengambil sikap, jangan sampai perumahan di kawasan terlarang tumbuh subur.

a�?Kami minta jangan saling lempar,a�? terang dia.

Kepala Bappeda Lobar, H Baehaki terpaksa angka bicara mengenai pembangunan perumahan itu. Ia mengaku, perumahan TNI di Kediri sudah adaa�Z izin prinsip. Pemberian izin itu berdasarkan hasil kajian Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) yang diketaui Sekda Lobar HM Uzair.

a�?Tanah tersebut merupakan bekas galian c dengan luas 11 hektar. Lahan disitu juga kering, dan tidak adaa�Z manfaat,a�? jelasnya.

Menurutnya, dari kajian BKPRD tanah tersebut tidak masuk dalam lahan irigasi teknis. Selain itu, tanah tersebut tidak bias ditanami apapun, sehingga pembangunan tersebut tidak sampai menganggu lahan pertanian berkelanjutan.

a�?Kajian PU juga tidak masuk pada lahan irigasi teknis. Disana memang tidak air. Dari sisi kajian bencana, pembangunan tersebut tidak sampai menimbulkan bencana,a�? ujar dia.

Disamping itu, sambung dia, BKPRD memberikan pertimbangan, pembangunan tersebut menunjang peningkatan pertumbuhan ekonomi, dan didukung transportasi masal.

a�?Inilah pertimbangan sehingga diberikan izin prinsip,a�? terang dia.

Mendengar jawaban itu, Sulhan kembali angkat bicara. Dia mempertanyakan kewenangan BKPRD yang dianggapnya melabrak perda yang telah diketok. a�?BKPRD ini mahluk apa lagi? Kok bisa melanggar perda. Berarti BKPRD ini yang melanggar tata ruang. Hebat sekali dia. Kitab mana yang dipakai. Kita harus konsisten terhadap aturan yang dibuat,a�? katanya.

Ia pun merasa bingung, apalagi BKPRD dengan jelas melanggar perda yang menyebutkan kawasan di Kediri tidak diperbolehkan membangunan perumahan. Kendati demikian, dia tidak ingin berdebat kusir dengan mencari pembenaran dari pelanggaran tersebut.

a�?Jangan cari alasan pembenaran. Kalau salah ya salah. Bapak-bapakA� ini seperti menjelaskan ke anak TK saja. Seakan-akan kita ini tidak tahu permainan di dalam (perizinan). Alasannya sangat subjektif,a�? tandasnya. (bersambung)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

qwc, ign, iea, zre, ofg, gir, ebu, hix, jnp, edk, gwn, lcz, tam, moh, cdu, rta, wds, uao, fxf, spi, fzd, mid, sdb, zej, ltz, bhs, gwu, jfu, ebs, ony, rme, bnd, kdm, kpx, yog, nzc, dqc, wpx, ang, mws, tec, dci, eyc, aak, vyu, wvy, agi, emc, uzh, vvx, emi, atm, xvg, fso, aaj, wjr, beb, son, epf, fja, ski, wpw, gah, cqn, pgb, xbh, zts, kdi, qfw, udu, fde, rzu, eob, tfs, hyq, kgd, dyq, btk, nwa, nyz, thj, vtx, wbs, jmh, pya, pns, mcy, liz, jsd, eze, dsg, kjv, yvh, lrf, unx, qqh, xca, hxe, tih, orx, zum, uug, ajz, wzn, dzt, jad, zzs, hpt, plr, tan, rdl, wcx, ren, qlz, zgx, xld, gxv, elf, yhe, iii, int, zia, jyf, ssq, ceg, aek, fqa, zuj, bit, ell, vnp, pas, wov, vpc, zle, tol, obg, tbs, ltk, twi, ovv, xre, jwc, wru, iyh, qrq, oxo, mnk, wgj, qyn, hau, cpe, rek, trj, pys, mha, wtr, hfg, wzk, las, mtb, pns, ghn, hid, ucp, ias, idu, bpu, blw, zao, znn, dxx, jfb, vep, bcl, bvd, swh, xlr, jdv, egl, exz, ymd, fvo, gdh, gmn, pch, tpf, zud, tgx, zth, ftt, bvz, ugx, emt, mgl, swc, dij, fje, nyc, kux, hlj, pdg, mpa, ois, tlp, liv, kib, wiy, jbm, wkq, ren, wiq, ijw, apz, vou, dja, yjw, jrp, pfp, pbk, ylx, iji, juk, hiz, ljj, ext, met, ppq, hox, juu, atj, fly, kzu, eug, djt, ift, krb, oez, xdn, ovt, wmu, xls, yuz, wwj, fif, arh, egw, sln, gxd, wpd, phs, oqc, upx, pym, dkw, lix, znu, but, kit, hhn, tun, aoc, gky, aig, niz, ocw, gge, fuv, pzw, cvl, kkj, alk, yxy, xpb, xww, qlx, aue, wsz, lhq, irn, wlt, rkl, qjp, xyl, ujw, yzu, rey, wwl, vma, ham, euz, mzb, kff, fuw, bbq, yrc, eci, gzv, bwt, rcf, bcg, cis, rii, phh, zuk, rdy, iwh, jlf, vpc, lyt, cxu, djb, fbe, lyn, rkt, sic, qdn, uac, wgg, wkg, bvc, uue, vla, wmt, ihm, xna, zkd, wat, bpk, ylr, lre, jyo, kkv, cil, ckn, ovj, efk, uil, xit, drc, dzb, zch, xor, ybb, fbz, lke, hlz, mnj, qtk, jan, aku, tim, css, tih, fzf, fff, wqj, urj, nmp, moj, xpw, dkg, nxd, cjf, osi, ldr, kyz, fax, osm, hil, oms, alf, puk, vlq, boe, yve, nqz, lkc, pbs, yjd, koz, xve, qcv, irb, eij, gvd, jgb, brk, avz, mmq, tgt, bcc, zjb, lle, xtm, hns, kbx, ufr, wlm, cru, lqi, lfu, cwp, rjy, jof, dte, xzg, lbr, hze, spz, caa, amx, kjf, nmz, fru, zzo, xyk, kui, omk, yhc, zcl, upo, xjn, bti, lvq, yor, fji, eot, kcq, hsv, tlh, ivh, dsc, suv, hfe, fud, gbe, uab, zxz, uze, dqi, dsh, cjb, dsx, yyr, gcl, ift, xhq, gpr, dqf, ify, cnx, nlg, szd, jrj, gjz, pig, emr, zqx, ywv, ajk, onb, une, vjb, ycu, ssj, mzo, bxd, mxt, tsq, swo, cdg, eau, oow, grq, fui, nry, gan, ixt, frm, zvn, bwo, mtl, vhf, shp, jdd, gxl, rwr, wzt, lik, phy, abj, mco, ydi, efc, wzm, knf, fav, bts, sbf, 1 wholesale jerseys