Ketik disini

Kriminal

Calon Tersangka di Kantong Kejari

Bagikan

MATARAM – Pengusutan kasus dugaan penyimpangan Bantuan Stimulus Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2013 untuk Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU)memasuki babak baru. Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram menaikkan perkara tersebut ke tahap penyidikan.

a�?Ini berdasarkan hasil penyelidikan dan ekspose,a�? kata Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Mataram Herya Sakti di ruang kerjanya, senin (9/3).

Dari keterangan dan data yang dikumpulkan selama tahap penyelidikan, lanjut Sakti, dugaan penyimpangan pada proyek tersebut cukup kuat. Kendati demikian, kejari sendiri belum menetapkan tersangka.

a�?Penetapan tersangka masih menunggu perkembangan di penyidikan nanti,a�?A� lanjutnya.

Namun, tim penyidik Kejari sendiri sudah mengantongi nama calon tersangka. Sayangnya, Sakti sendiri enggan membeberkan lebih jauh terkait jumlah calon tersangka yang dimaksud maupun nama dan inisialnya.

a�?Yang jelas, sudah ada calon (tersangka) yang kita kantongi tetapi belum bisa diekspose,a�? terang Sakti.

Terkait perkara ini, Kejari Mataram memang sudah memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan. Diantaranya, mantan Kepala Dinas BPMPD KLU dan kabid Sarpres dan Fisik Bappeda KLU. Selain oknum pejabat, keterangan dari sejumlah pengusaha material hingga kepala desa (kades)juga ikut digali. Mereka diminta membeberkan daftar warga menjadi penerima manfaat, termasuk jumlah bantuan yang diberikan.

Diketahui, penyelidikan kasus dugaan korupsi BSPS ini berawal dariA� laporan masyarakat. Diduga, telah terjadi penyelewengan dalam penyaluran bantuan karena tidak sesuai ketentuan Permenpera No 6 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan BSPS. (uki/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *