Ketik disini

Praya

Jadi Tontonan dan Hiburan Rakyat Gratis

Bagikan

*A� Dari Latihan Perang Kota Kodim 1620/Lombok Tengah

Latihan perang kota yang digelar Kodim 1620/Lombok Tengah, menjadi tontonan dan hiburan warga. Apalagi, kegiatan tersebut digelar di tengah Kota Praya. A�

***

WARGA yang melintasi jalan Gajah Mada, tepatnya seputaran Gedung Balai Latihan Kerja (BLK), Bappeda, dan halaman Kantor Satker Balai Wilayah Sungai (BWS) sempat kaget melihat ratusan prajurit berpakaian loreng dan menggunakan perlengkapan tempur layaknya mau berperang.

Sebagian dari mereka ada yang penasaran, ada juga yang cuek saja. Namun dari kejauhan, mereka memperhatikan satu per satu gaya pasukan loreng yang sedang latihan perang kota itu.

Kendati perlengkapan latihan tempur tidak membahayakan warga yang menonton. Namun, sebagian warga menganggap latihan yang dilaksanakan itu luar biasa. Karena, selama ini mereka hanya bisa menyaksikan latihan TNI di layar televisi, jaringan internet, atau sekadar mendapat cerita.

Kini, mereka bisa melihat langsung para pasukan berani mati, demi keutuhan NKRI itu. Seluruh strategi dan taktik tempur di praktekkan. Kecuali, hal-hal vital yang tidak bisa dilihat dengan kasat mata. a�?Ternyata, berat juga menjadi anggota TNI itu,a�? ujar sejumlah warga yang menyaksikan latihan perang kota Kodim 1620/Loteng tersebut.Warga pun mengaku terhibur dan puas menyaksikan latihan perang di pusat Kota Praya ini.

Latihan ini, digelar selama tiga hari berturut-turut. Setiap harinya, mereka mempraktikkan Uji Terampil Perorangan (UTP) bidang militer dengan strategi berbeda-beda. Menyesuaikan dengan keahlian masing-masing pasukan.

Ada yang bagian sniper atau penembak jitu, gerilya, tim penghancur, penyusun strategi dan lain sebagainya. Mereka benar-benar diasah kemampuan perangnya. Dandim 1620 Letkol Inf. Gatot Heru Buana tidak ingin anak buahnya lupa kewajibannya, bahwa TNI memiliki tugas utama yakni perang.

Kendati demikian, Heru Buana panggilan akrabnya merasa latihan ini dijalankan guna menjalin komunikasi secara tidak langsung ke masyarakat. Termasuk, komunikasi antara prajurit TNI, dan antar prajurit dengan masyarakat. Harapannya, terjalin hubungan tali silaturahmi.

a�?Setiap permasalahan yang dihadapi masyarakat, prajurit TNI dapat segera mengatasi dan tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari,” ujar Heru Buana.

Hubungan TNI dan masyarakat selama ini, diakui Heru Buana cukup erat. Tidak ada perbedaan. Itu tergambarkan dari pelaksanaan tugas dan fungsi Babinsa yang diturunkan di 139 desa/kelurahan di seluruh Gumi Tatas Tuhu Trasna.

a�?Di bidang teori, kami memberikan pengarahan dan pelatihan pasukan tentang kemampuan teritorial, temu cepat lapor cepat, teknis menyusun dan menentukan mitra karir, materi umum dan spesialisasi intel,a�? ujar Heru Buana.

Orang nomor satu di korps TNI di Loteng itu berharap, melalui latihan ini prajurit TNI mampu memberikan pelayanan, melindungi dan menyelesaikan persoalan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat. a�?Dengan UTP ini, kemampuan dan keterampilan prajurit menjalankan tugas dan menyelesaikan persoalan yang terjadi di tengah masyarakat, harus lebih baik lagi atau dapat ditingkatkan,a�? seru Heru Buana.(Dedi Shopan Shopian/Lombok Tengah)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys