Ketik disini

Praya

Kades Mau PTUN Pemkab

Bagikan

PRAYA – Kepala desa (kades) di Lombok Tengah berencana mengugat pemkab melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Langkah itu dilakukan, jika pemkab tidak cepat meluruskan aturan tertulis menyangkut pendapatan aparatur pemerintah desa yang dianggap tidak sesuai UU Desa itu.

a�?Kalau melihat celah hukum, peluang kita untuk menggugat itu besar. Tapi, kita tunggu saja bagaimana pemkab menyikapi tuntutan kita selama ini,a�? kata Kades Barabali Ki Agus Azhar, kemarin saat melaksanakan pertemuan di Pendopo Bupati.

Dikatakan Azhar, pendapatan aparatur pemerintah desa di Gumi Tatas Tuhu Trasna paling rendah dibanding kabupaten/kota lain di NTB. Dia saja memperoleh gaji sebesar Rp 600 ribu per bulan. Terendah dialami Kades Lekor sebesar Rp 400 ribu per bulan. a�?UMK saja sebesar Rp 1,3 juta. Ini salah satu bukti pelanggaran,a�? tegasnya.

Dia juga melihat, APBD murni yang disusun pemkba dan DPRD cacat hukum. Seharusnya pemerintah menggelontorkan anggaran Rp 97 miliar lebih, namun justru Rp 41 miliar lebih. Sisanya, direncanakan akan direalisasikan di APBD Perubahan.

a�?Di kabupaten/kota lain, desa malah mendapatkan Alokasi Dana Desa (ADD) secara utuh. Pemerintahnya, menggelontorkan anggaran desa sebesar 10 persen, dari dana perimbangan. Di Loteng, malah sebaliknya,a�? sesal Azhar.

Berbagai permasalahan itu, membuat dirinya geram, dan kecewa atas kebijakan yang dikeluarkan pemkab. a�?Ingat ukuran keberhasilan pemkab itu, ada di desa. Jadi, jangan abaikan,a�? tegas AzharMenanggapi hal itu, Bupati HM Suhaili FT menjelaskan, apa yang diinginkan desa telah terjawab. Hanya saja, menunggu waktu.

a�?Prinsipnya, kita tetap menjalankan UU Desa itu. Kita pun akan mempercepat APBD Perubahan. Sekarang, tergantung dewan saja,a�? kata orang nomor satu di Gumi Tatas Tuhu Trasna tersebut.

Suhaili melihat, ada mis pemahaman antara Kades, dengan dinas terkait. Khususnya, menyangkut penggunaan anggaran Rp 41 miliar lebih.

Menurutnya, dana itu digunakan untuk enam bulan saja. Selanjutnya, menyesuaikan setelah pencairan tahap kedua. a�?Mohon dimengerti. Jadi, tidak perlu kemana-mana,a�? ungkap Suhaili.(dss/R11)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys