Ketik disini

Selong

Ketua Gerindra Berang

Bagikan

SELONG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Lombok Timur naik pitam. Lima orang kadernya yang duduk di kursi dewan penyebabnya. Mereka dianggap ngeyel dengan terus menerus melanggar sejumlah aturan dan keputusan partai.

”Bisa saja semuanya saya PAW kalau begitu terus,” kata Ketua DPC Gerindra Lombok Timur Syawaluddin.

Kesalahan terbaru yang dilakukan adalah melakukan kunjungan ke luar daerah tanpa sepengetahuan DPC. Padahal, di saat bersamaan digelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Lombok Timur yang juga dihadiri unsur pimpinan daerah di NTB. Walhasil, jadilah rakor tersebut tak dihadiri satupun anggota DPRD Lombok Timur dari Gerindra.

”Sehari sebelumnya mereka janji langsung balik dari Jakarta, tapi pas hari H, semua HP mati,” katanya kesal.

Kekesalan Syawaluddin bukan hanya terkait hal itu. Di luar permasalahan kemarin, beragam masalah lain ditimbulkan anak buahnya itu. Salah satunya adalah keengganan mereka menyetorkan uang ke kas partai sebesar Rp 2 juta per bulan sesuai ketentuan. Kelima kadernya lebih memilih mengelola sendiri anggaran yang ada tanpa melalui partai. Gerindra menjadi minim kegiatan dan nihil sumber pendanaan.

Saat melakukan reses, mereka juga tak pernah berkoordinasi dengan pimpinan dan pengurus inti di daerah. Dirinyapun tak mengetahui kemana saja dewan itu melakukan reses dan apa hasilnya. Bahkan perintah pusat untuk mengawal kasus K2 Lombok Timur juga tak pernah ia peroleh laporannya. ”Ini masalahnya sudah banyak sekali,” keluhnya.

Sementara itu, Muallani salah seorang anggota dewan dari Gerindra membantah jika tak pernah melakukan koordinasi. Terkait kasus rakor yang tak dihadiri satupun dewan, ia memiliki pembelaannya.

Dikatakan, saat itu Fraksi Gerindra melakukan kunjungan ke Kementerian Sosial di Jakarta. Awalnya mereka siap menghadiri rakor tersebut, namun tiba-tiba jadwal rakor dimajukan. Sementara posisi mereka berlima masih di Jakarta dan belum bisa kembali. ”Ini kan jadwal rakornya yang maju, sebenarnya kita mau hadir. Tapi tiba-tiba berubah hari dimajukan,” keluhnya balik.

Dalam menjalankan tugas keseharian sebagai dewan, ia juga mengatakan selalu berorientasi pada aturan partai. Di sisi lain kepentingan rakyat menjadi skala prioritas yang selalu dikedepankan kelima anggota Fraksi Gerindra. ”Kita selalu taat aturan,” katanya membela diri. (yuk/r11)

Komentar

Komentar