Ketik disini

Metropolis

Mau Gaul, Sushi Dulu Dong!

Bagikan

* Geliat PKL Kuliner Asing di Mataram

Sushi, salah satu makanan khas Jepang. Lapak PKL yang menjual sushi bermunculan di Mataram. Katanya kurang gaul bila remaja belum makan sushi.

***

SUSHI Men. Itulah tulisan di salah satu kedai depan Gedung BKD Provinsi NTB. Pintu geser bergambar bendera Jepang menyambut tamu yang datang. Pernak-pernik bergaya negeri Matahari terbit terpampang begitu memasuki kedai. Ini adalah kedai yang khusus menyediakan beragam menu khas Jepang.

Dua pelajar dengan seragam putih abu-abu dan putih biru sedang menikmati makanan dengan sumpit. a�?Ini sushi chicken rool,a��a�� kata siswi berjilbab ini.

Vinsa, nama remaja itu. Ia bercerita, makanan yang dilahapnya asli dari Jepang. Nasi dibungkus nori (rumput laut) ditambah potongan ayam, timun, dan wortel. a�?Awalnya penasaran rasanya. Kemudian diajak teman-teman makan sushi,a��a�� ucapnya.

Pelajar kelas XII ini menyebut, sushi menjadi makanan yang kini selalu dibahas kalangan pelajar. a�?Rasanya kurang gaul aja, bila belum menyantapnya,a�?celotehnya sambil tersenyum.

Dari awalnya diajak, kini ia gemar bertandang ke kedai sushi. a�?a��Enak. Memang dari Jepang, tapi rasanya sudah cocok sama lidah kita,a��a�� imbuhnya.Senada, sang adik, Lala mengakui, berbagai makanan khas Jepang menyebar dari mulut ke mulut. Ia gemar melahap takoyaki (bola-bola berisi cumi atau gurita). a�?Ini kesukaan saya,a��a�� aku siswi SMPN 2 Mataram ini.

Owner Sushi Men, Anjas mengatakan, kedai yang didirikannya itu berawal dari lapak PKL sushi. Lokasinya tidak jauh dari Perumnas Mataram. Ia memang khusus menyajikan segala macam menu khas Jepang. Makanan itu cukup digemari oleh remaja. a�?Paling banyak yang datang itu pelajar sama mahasiswa,a��a�� akunya.

Pemuda 27 tahun ini mengatakan, sushi dan ramen dua makanan Jepang paling digemari. Ramen adalah mi Jepang yang diberi kuah kedelai. Di dalam mi ditambah ayam tepung dan udang. a�?Kedelai yang digunakan asli Jepang namanya miso,a��a�� sambungnya.

Diakuinya, untuk memasak menu Jepang, sebagian bahan langsung didatangkan dari negara asalnya. Bahan makanan seperti nori, cuka, saos, dan miso. Bahan asli itu kemudian diracik sesuai lidah lokal. a�?a��Taste tetap Indonesia. Saya belajar masaknya khusus dari saat gerobak,a��a�� kelakarnya.

Selain rasa, lanjutnya, cara memasak pun beda. Di negeri asalnya, menu ikan tidak dimasak. Ikan segar dipotong tipis. Ikan mentah langsung disiram bumbu dan disantap. Tapi, konsumen dari Mataram lebih suka menu ikan dimasak. a�?a��Ada juga yang minta ikannya mentah. Tetap saya buatkan,a��a�� imbuhnya.

Peminat makanan Jepang yang tinggi, kata Anjas, bisa dilihat dari pendapatan rata-rata tiap hari. Paling sepi ia bisa meraup uang Rp 500 ribu. Biasanya cukup ramai pembeli di hari Jumat. a�?Biasanya sepi itu pas hujan,a��a�� tandasnya.(Febrian Putri/Mataram/bersambung/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys