Ketik disini

Kriminal

Tuntut Pemerintah Perhatikan Hak Perempuan

Bagikan

MATARAM – Puluhan massa yang tergabung dari berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa berunjuk rasa di prampatan Bank Indonesia, pagi kemarin. Mereka menuntut agar pemerintah lebih memerhatikan hak-hak perempuan.

“Banyak kebijakan pemerintah yang menghalangi kemajuan perempuan,” teriak Mahmuda Kala, koordinator umum massa dalam menyambut Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day, senin (2/3).

Diantara kelompok yang tergabung dalam aksi, LARD (Lembaga Advokasi Rakyat Untuk Demokrasi), SPRT (Serikat Pekerja Rumah Tangga), SBSI NTB (Serikat Buruh Seluruh Indonesia) dan FWPR (Forum Warga Perempuan Rembiga).

Aksi demo itu banyak diikuti ibu-ibu. Bahkan diantara mereka ada yang membawa peralatan rumah tangga dan dapur. Hal tersebut menyimbolkan bahwa, perempuan masih identik dengan hal-hal yang berbau tradisionil dan konvensional.

Selain isu-isu kesetaraan gender, demonstran juga menyuarakan isu penindasan yang masih terus menjadi momok bagi perempuan. Seperti, kekerasan seksual, Human trafficking (Perdagangan Manusia).

“Ada 36 juta perempuan yang menjadi korban perdagangan manusia dan 30 persen telah menadapat kekerasan seksual di dunia,” kata Kala.

Sementara, dari kalangan mahasiswa yang tergabung dalam FMN (Forum Mahasiswa Nasional), Cabang Mataram juga turut bersuara. Mereka menyuarakan agar perempuan harus mempunyai tempat yang patut dihormati dan dihargai. 

Faktanya, sistem rezim boneka menghisap dan menindas perempuan,” kata Suhaimi, korlap dari massa FMN.

Sistem neo-liberal yang diterapkan oleh rezim boneka dinilai menempatkan perempuan pada kedudukan sebagai unsur pasif (pelengkap) saja. Massa dari elemen masyarakat dan mahasiswa tersebut menuntut pemerintah mengesahkan Rancangan UU Pekerja Rumah Tangga yang selama ini ditelantarkan. (cr-deq/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *