Ketik disini

Metropolis

Dim Sum, Ini Makanannya Orang Kantoran

Bagikan

* Geliat PKL Kuliner Asing di Mataram

Nama dim sum terbilang baru di Mataram. Tapi, peminat makanan ini cukup banyak. Terutama dari kalangan pekerja kantoran. Baik PNS maupun swasta.

***

BELASAN motor berjajar di depan lapak Dim Sum Choie. Dim sum merupakan makanan asing yang tergolong baru masuk Mataram.Sekarang, baru ada dua lapak dim sum. Lokasinya di sebelah utara Lapangan Udara Rembiga dan Jalan Sriwijaya.

Dim sum di sekitar Lanud Rembiga, cukup ramai. Begitu konsumen datang, mereka langsung menyebut somay crabs. Dari mesin pencari google, dim sum merupakan makanan terkenal di daratan China. Cara membuatnya, direbus atau dikukus.

Pemilik Dim Sum Choie, Dimas Dhaniar mengatakan, dim sum memiliki banyak versi. Ada yang menyebut dim sum berkuah. Ada pula menyebut dim sum dikukus. Khusus di Mataram, ia memperkenalkan dim sum kukus. a�?Ini modelnya franchaise. Semua perlengkapan dari Surabaya,a��a�� tuturnya.

Di tengah perbincangan, satu porsi siomay disajikan. Empat potongan bola-bola dalam wadah bambu disajikan. Sebagai pelengkap, ada saos pedas disiapkan. Rasanya gurih. Daging ayam dan udang bercampur dengan bungkusan kulit siomay. a�?a��Udang bikin rasanya gurih,a��a�� terang Dimas.

Untuk yang tidak suka sayur. Konsumen bisa memilih siomay crab. Wortel dan seledri dicampur crabstick, udang, dan ayam. a�?Kalau yang tidak suka sayur, dipesenkan siomay crab,a��a�� bebernya
.
Di Mataram, dim sum dengan lapak tergolong baru. Masuk ke ibukota NTB 2012 silam. Semua makanan berbahan ayam, udang, dan ikan dikukus. Jenisnya beragam, mulai bakpao, sushi, siomay, dan pangsit. Tidak heran di gerobak banyak tumpukan anyaman bambu. Anyaman bambu itu yang digunakan mengukus berbagai menu dim sum. a�?Ini khasnya. Anyaman bambu untuk mengukus,a��a�� ujarnya.

Awal membuka dim sum di Mataram, Dimas mengaku pesimistis. Selain kurang familiar, harganya dianggap cukup mahal bagi masyarakat lokal. Tidak kurang akal, ia mencoba terus promosi. Semua kenalan diberi informasi mengenai dim sum. a�?Pertama buka setiap porsi Rp 10 ribu.Sekarang tiap porsi Rp 11 ribu,a��a�� terangnya.

Seiring berjalannya waktu, dim sum mulai digemari. Meski harganya relatif mahal, konsumennya gandrung menyantapnya. Ada pelanggan khusus. Mereka tiap hari datang ke lapak itu. Ada yang gemar dengan sushi, siomay, dan pangsit. Dalam sehari minimal 20 porsi terjual. a�?Itu paling sepi. Rata-rata lebih dari 20 porsi sehari,a��a�� imbuhnya.

Pria 33 tahun ini mengungkapkan, khusus Minggu pagi, ia jualan di Jalan Udayana. Car free day (CFD) dimanfaatkan untuk mengenalkan dim sum. Tidak sia-sia, setiap CFD lebih 200 porsi terjual. Makanan ini pun diburu banyak remaja. Dari mulut ke mulut, remaja membahas dim sum.

Bahkan, lanjut Dimas, selaian remaja, orang kantoran gemar dim sum. Ada pelanggan meminta supaya Dim Sum Choie membuka gerobak di sekitar kantornya. a�?Capek kejauhan kesini. Minta buka dekat-dekat kantor,a��a�� tambah pria yang juga bekerja sebagai konsultan pajak ini.(Febriani Putri/Mataram)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys