Ketik disini

Bima - Dompu

Joget Bareng Ditutup Adu Golok

Bagikan

* Dua Kritis, Satu Motor Dibakar

BIMA — Niatnya bersenang-senang, malah masuk rumah sakit. Ini akibat jika joget hiburan organ tunggal sambil membawa senjata tajam. Karena saling senggol pada acara hiburan organ tunggal di Desa Ntonggu, Kecamatan Palibelo Senin malam (9/3), dua orang warga menutup acara joget mereka dengan adu golok.

Warga yang beradu golok itu berasal dari Desa Ngali Kecamatan Belo dan warga dari Desa Ntonggu Kecamatan Palibelo. Bisa ditebak, awalnya perkelahian pribadi, merembet ke perkelahian kelompok. Lalu merembet lagi dengan membawa-bawa nama desa.

Dua orang yang beradu golok ini mengalami luka bacok di bagian kepala dan perut. Keduanya sama-sama kritis. Kini keduanya berbaring di RSUD Bima dan mendapatkan perawatan intensif.

Adu golok dua orang warga itu rupanya diikuti adu mulut dan adu fisik penonton lainnnya. Sebuah sepeda motor Yamaha Vixion dibakar. Lima orang warga Ngali yang ikut joget di Desa Ntonggu diamankan dari amukan massa.

Ditemui di Polres Bima Kabupaten, beberapa warga Ngali ini mengaku, saat kejadian mereka sebenarnya hanya menonton. Mereka tidak mengetahui bagaimana ceritanya sampai dua orang beradu golok.

“Kita justru kaget, tiba-tiba ada keributan. Warga Ntonggu mencari warga Ngali untuk dibunuh,” tutur Mualimin.

Mendengar teriakan dari warga Ntonggu, mereka kabur. Sementara sepeda motor milik Julkifli, yang belum sempat dibawa kabur dibakar massa yang marah.

“Motor yang dibakar itu diduduki oleh warga Ngali saat menonton organ tunggal itu. Sehingga saat perkelahian, motor itu menjadi sasaran,” ujarnya.

Kapolres Bima Kabupaten AKBP IGPG Ekawana Prasta membenarkan adanya kericuhan pada acara organ tunggal di Desa Ntonggu tersebut. Pihaknya sudah meminta keterangan lima orang warga Ngali dan dua orang warga Ntonggu.

“Dua orang yang dirawat di RSUD Bima mereka merupakan pelaku dan korban. Karena keduanya berduel,” ujarnya.

Untuk mengamankan kondisi di dua desa, pihaknya telah menurunkan satu peleton anggota Dalmas untuk berjaga-jaga. Hal ini dilakukan mengingat selama ini warga dua desa ini sering kali terlibat keributan dengan desa lainnya.

“Kondisinya sudah kondusif dan tidak ada reaksi lanjutan dari warga,” pungkasnya. (edo/r7)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *