Ketik disini

Headline

PLN: Kami Kurang Setrum

Bagikan

MATARAM – Manajemen PT PLN (Persero) Wilayah NTB a�?buka-bukaana��a�� soal kondisi kelistrikan NTB. Khususnya pasokan listrik untuk menyokong kebutuhan pelanggan di Pulau Lombok. GM PLN NTB Dwi Kusnanto tegas mengatakan, pihaknya kekurangan setrum alias daya listrik. Akibatnya, pemadaman tak bisa dihindari.

a�?PLTU Jeranjang yang diproyeksikan jadi andalan masih belum normal,a��a�� kata Dwi membuka diskusi dengan manajemen Lombok Post di Graha Pena Lombok.A�Menurutnya, saat beban puncak, PLN kekurangan daya 8-10 megawatt.

Dalam pertemuan itu, Dwi mengajak beberapa jajarannya. Termasuk GM Unit Induk Pembangunan IX Idian. Mereka diterima Pemimpin Redaksi Lombok Post Alfian Yusni dan perwakilan manajemen Lombok Post Group.

a�?a��Kondisi Jeranjang saat ini baru satu unit 25 megawatt yang berkontribusi. Satu unit masih dalam pemeliharaan dan menunggu pemulihan, satu lagi kita target segera masuk sistem,a��a�� paparnya.

Untuk menyiasati kekurangan daya itu, ada beberapa langkah sementara yang dilakukan. Salah satunya membeli listrik dari mitra, sewa mesin, dan memaksimalkan pembangkit berbahan bakar solar yang selama ini jadi andalan. a�?Namun semua ada keterbatasan. Sebab, tak semua mesin-mesin itu selalu dalam kondisi baik. Ada saatnya dipelihara,a��a�� ungkapnya.

Saat ini PLN NTB melayani 980 ribu pelanggan, dengan beban puncak sebesar 185 megawatt. Menurutnya, pelanggan dapat berkontribusi menyokong keandalan pasokan listrik dengan menghemat pemakaian.

Namun, dia mengakui kampanye hemat listrik ini tidak mudah. Karena berkaitan dengan kesadaran. a�?Pelanggan PLN harus tahu apa yang terjadi dengan kondisi pasokan listrik saat ini, dan kami berharap pengertian. PLN akan tetap berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik,a��a�� cetusnya.

Sementara itu, GM Unit Pembangunan IX Idian mengungkapkan, belum maksimalnya pasokan listrik dari PLTU Jeranjang disebabkan banyak hal. Salah satu yang mendasar, kesulitan finansial yang dialami PT Barata Indonesia, kontraktor pelaksana proyek tersebut.

Dia menambahkan, kenaikan harga barang ikut memicu beban yang ditanggung PT Barata. Sementara dalam kontrak proyek pembangunan tidak ada klausul eskalasi atau perubahan harga dalam proyek ini. a�?Kita tahu, pemindahan lokasi PLTU dari Teluk Induk ke Jeranjang memakan waktu hampir dua tahun. Di retang waktu itu, harga barang naik karena dipicu kenaikan minyak dunia. Itu juga berimbas pada kenaikan harga material proyek yang harus ditanggung Barata,a��a�� paparnya.

Penyelesaian proyek yang memakan waktu lama ini membuat beban Barata semakin menumpuk. Sementara di satu sisi mereka dituntut menyelesaikan proyek tersebut. Idian menegaskan, telah banyak langkah dilakukan untuk menyelesaikan proyek ini namun belum ada jalan keluar.

Pria jangkung ini menyebut, harus ada kebijakan strategis yang dibuat pengambil kebijakan di pusat agar masalah ini klir. a�?Fisik proyek memang hampir seratus persen rampung. Hanya saja menjalankan mesin pembangkit itu juga butuh biaya. Dan itu jadi beban Barata,a��a�� sebutnya.

Pada kesempatan itu, Alfian Yusni mengatakan, Lombok Post siap bersinergi dengan PLN memberikan informasi mengenai kondisi kelistrikan NTB. Termasuk mendorong pihak-pihak terkait untuk mengambil kebijakan agar kondisi kelistrikan NTB segera prima. (guh/r3)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys