Ketik disini

Kriminal

Wow, Kerugian di Satu Desa Rp 500 Juta

Bagikan

* Saksi Kemenpera Segera Dipanggil

MATARAM – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram menaksir, kerugian negara akibat penyimpangan Bantuan Stimulus Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2013 untuk Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU)mencapai Rp 500 juta.

“Ini baru hitungan awal atau sementara dari internal,” kata  Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Mataram Herya Sakti.

Kerugian, diperkirakan akan lebih besar. Bahkan, bisa menembus angka miliaran rupiah. Pasalnya, tim sendiri baru menilai perkiraan kerugian dari satu desa. Sementara, program BSPS itu menyasar sedikitnya lima desa di Bayan.

“Rp 500 juta itu baru untuk satu desa. Jadi, belum termasuk desa-desa lain yang menjadi sasaran bantuan,” jelas Sakti.

Memasuki tahap penyidikan, lanjut Sakti, pihaknya akan mengembangkan dugaan penyimpangan bantuan BSPS di empat desa lain. Namun, Sakti sendiri enggan memberi keterangan lebih rinci prihal satu desa yang sudah ditaksir besaran kerugiannya saat ini.

Sebelumnya, kejari memang sudah memanggil empat kepala desa (kades) di Kecamatan Bayan, untuk mengkonfirmasi prihal penyaluran bantuan yang dikucurkan tahun 2013 tersebut.

Dari keterangan sejumlah pihak dan data materil yang dihimpun, kasus BSPS ini pun ditingkatkan ke tahap penyidikan. Diberitakan sebelumnya, kejari telah mengantongi nama tersangka dalam perkara ini.

Untuk melengkapi berkas penyidikan, lanjut Sakti, Kejari rencananya segera meminta keterangan dari Kementerian Perumahan Rakyat RI (Kemenpera)RI.  Menurutnya, keterangan dari pihak Kemenpera memang penting untuk menjelaskan prihal besaran pasti anggaran hingga standar operasional prosedur (SOP) penyalurannya.

“Pemanggilan saksi Kemenpera ini memang sudah kita agendakan jauh hari. Bahkan, sempat akan dipanggil pada tahap penyelidikan,” tandas Sakti. (uki/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *