Ketik disini

Giri Menang

Kakek Tewas di Dekat Polres Lobar

Bagikan

* Terpeleset lalu Kepala Terbentur

GIRI MENANG – Amak Menah alias Dabok, 75 tahun, tergeletak di dekat kantor Mapolres Lombok Barat (Lobar), Senin (16/3). Pria asal Dasan Belo, Desa Jembatan Kembar Timur, Kecamatan Lembar ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Penemuan mayat di selokan sebelah timur kantor polisi itu sontak menghebohkan warga. Mereka ramai-ramai melihat sosok mayat yang sudah terbujur kaku.

Mayat Dabok kali pertama ditemukan salah seorang warga setempat. Saksi mata itu hendak berangkat menuju sawahnya.

Ketika melintas di lokasi penemuan mayat, saksi menemukan benda yang mencurigakan. Ia pun mendekati untuk memastikannya.

Setelah dicek, ternyata benda mencurigakan itu sosok manusia yang telah meninggal. Ia pun melaporkan peristiwa itu kepada Polres Lobar.

Kasatreskrim Polres Lobar Iptu Sidik Priamursita menjelaskan, belum diketahui penyebab pasti kematian korban. Namun, dari hasil penyelidikan sementara, sebelum meninggal korban sempat terjatuh dan terbentur dengan benda tumpul. Karena di bagian kepala korban terdapat luka lecet.

”Korban ditemukan sudah tidak bernyawa di selokan dekat kantor Polres. Dari hasil pemeriksaan fisik, ada luka pada bagian kepala sebelah kanan, diduga terkena benturan saat terjatuh,” jelas Sidik.

Sidik menuturkan, mayat korban ditemukan warga yang hendak ke sawahnya sekitar pukul 7.30 Wita. Saat itu, saksi melihat korban sudah tidak bernyawa dengan posisi kaki kiri berada diatas, sementara bagian kepalanya di bawah.”Begitu dapat laporan, kami langsung ke TKP,” katanya.

Setiba di lokasi, polisi melakukan serangkaian penyelidikan. Salah satunya olah TKP sambil memasang police line. Kemudian, petugas mengidentifikasi terhadap mayat korban.”Sebelum meninggal, diduga korban terpeleset dan kepala terbentur,” duga Sidik.

Diungkapkan, dilihat dari posisi korban, ada dugaan korban hendak ke arah sawah. Tapi, saat melintas kakinya terpeleset dan terjatuh. Nah, bagian kepala korban terbentur benda tumpul sekitar lokasi.

”Selesai olah TKP, mayat korban dibawa ke RS Tripat Gerung untuk mengetahui penyebab kematian korban. Namun, sebelum diotopsi, kami akan meminta persetujuan dari keluarganya,” bebernya.

Informasi yang dihimpun Lombok Post, korban sehari-hari bekerja sebagai pemulung. Dia mengumpulkan botol-botol bekas seputaran kampung tersebut. Selain itu, korban juga diduga mengalami gangguan jiwa.

”Korban dikenal baik, tapi ada sedikit gangguan kejiwaan,” kata adik korban, Dahri saat melihat jenazah korban di RS Tripat Gerung, Senin (16/3).

Ia mengenang, jika korban ini jarang pulang ke rumah. Sehari-hari korban menghabiskan waktu di luar dan mengumpulkan botol, plastik, dan buku. ”Korban jarang pulang ke rumah. Almarhum kebanyakan tidur di masjid,” akunya.

Dahri menceritakan, korban mengalami gangguan jiwa sejak tahun 1980. Diduga, korban depresi karena bercerai dengan istrinya. ”Dia sudah menikah, tapi tidak punya anak,” akunya.

Terpisah, Kabid Pelayanan RSUD Tripat Gerung, dr Ahmad Taufiq Fathoni mengatakan, dari hasil visum ditemukan luka lecet pada kepala bagian kanan dan paha. Ia menduga luka tersebut karena benturan benda tumpul.

”Korban ini meninggal lebih 24 jam. Karena, mayatnya mulai membusuk dan sudah kaku,” katanya singkat. (jlo/r6)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *