Ketik disini

Ekonomi Bisnis

PLN Diusulkan Jadi Perusahaan Jasa

Bagikan

*Pembangkit Listrik Tidak Dijual

JAKARTA – Pemerintah tampaknya tidak main-main dalam mengubah arah bisnis PLN menjadi perusahaan jasa listrik saja. Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman kembali menegaskan soal itu kemarin. Mekanisme sementara ini, pembangkit yang sudah ada tidak dijual. Tapi, PLN lebih konsentrasi pada pembangunan transmisi dan distribusi.

Jarman mengatakan, perubahan itu tidak melanggar hukum karena semuanya dikontrol sesuai dengan undang-undang (UU). Namun, dia tidak merinci kapan perusahaan pimpinan Sofyan Basir itu mulai menjadi perusahaan jasa. Yang jelas, dalam jangka pendek, PLN masih membangun pembangkit sendiri.

“Sesuai dengan arahan Pak Wapres (Jusuf Kalla, Red) sudah jelas bahwa PLN diarahkan untuk menjadi perusahaan pelayanan memegang transmisi dan distribusi listrik,” ujarnya. Dia menambahkan, untuk pembangkit nanti mayoritas diberikan kepada swasta.

Lebih lanjut Jarman menjelaskan, nanti PLN hanya mengambil porsi sebagian. Yakni, transmisi maupun distribusi. Menurutnya, pola seperti itu ideal dan bisa dilaksanakan di berbagai negara seperti Singapura dan Filipina. “Perusahaan negara lebih konsentrasi ke transmisi, dan pembangkitnya diberikan ke swasta,” ungkapnya.

Soal status hukum, dia tidak mempermasalahkan. Baginya, perusahaan nasional tidak harus menyediakan kebutuhan listrik nasional secara langsung lewat pembangkit. Kata Jarman, kuncinya di komponen transmisi yang dikembangkan PLN nanti. Sebab, komponen dan distribusi dipegang oleh pemerintah. “Pembangkit diserahkan pada swasta supaya pendanaan pembangunan bisa lebih cepat,” jelasnya.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Reform (IERS), Fabby Tumiwa tidak setuju dengan wacana itu. Menurutnya, peralihan PLN menjadi perusahaan penyedia jasa bisa mengancam keamanan pasokan energi. Jadi, dia berharap agar rencana JK bisa dikoreksi sebelum benar-benar direalisasi. “Tidak tepat untuk menjadikan PLN hanya sebagai service company,” ujarnya.

Dia lantas menjelaskan, tugas PLN menyediakan ketersediaan pasokan listrik ke masyarakat. Itu berarti, PLN punya tugas untuk mengamankan pasokan listrik juga. Meski beberapa kali terjadi pemadaman, tetapi PLN disebutnya sudah cukup di bisnis itu. Buktinya, setiap tahun terjadi pertambahan dan pertumbuhan listrik.

“Tidak bisa menyerahkan penyediaan pasokan listrik hanya dari swasta saja. Nanti, menurut saya, bisa menciptakan tirani swasta,” jelasnya. Fabby khawatir, swasta bisa menjual dengan harga seenaknya. Apalagi, regulasi pemerintah sering kali mandul. Selain itu, track record swasta dalam membangun pembangkit listrik tidak hebat-hebat amat.

Data yang dia miliki, dalam lima tahun terakhir saja, kira-kira hanya 30an persen dari total tambahan pasokan baru yang diproduksi swasta. Buruknya reputasi swasta membuat dia pesimistis pasokan listrik bisa dipenuhi. Sebab, pertumbuhan listrik ke depannya mencapai 6 ribu -7 ribu MW per tahun.

Baginya, posisi PLN saat ini sudah pas. Selain membangun sendiri pembangkit, juga menjadi single buyer dari listrik yang dihasilkan swasta. Tugas pemerintah, baiknya terbatas pada memastikan investasi swasta bisa efisien. “Untungnya IPP itu rata-rata lebih besar dari marjinnya PLN. Tarif listrik yang sekarang itu karena marjin PLN ditekan,” urainya. (dim/tia)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys