Ketik disini

Tanjung

AKAD Minta Klarifikasi Dewan

Bagikan

TANJUNG – Tidak terima pernyataan salah seorang anggota Komisi I DPRD Lombok Utara yang dimuat media lokal, AKAD meminta wakil rakyat itu memberi klarifikasi.

Pengurus AKAD serta beberapa kades yang tiba di gedung dewan langsung memasuki ruang kerja Komisi I. Tampak para kades ini emosional sembari menenteng koran lokal dengan judul “Kades Dianggap Hantu”.  Mereka menilai, isi berita tersebut mencoreng nama kades.

Mereka diterima seluruh anggota komisi yang membidangi hukum dan pemerintahan ini.  Ketua AKAD sekaligus Kepala Desa Gondang Ahmad Jauhari, meminta kepada Komisi I DPRD khususnya Djekat memberikan penjelasan atas bahasa yang termuat di koran lokal tersebut.

Sementara Sekretaris AKAD yang juga Kades Tanjung Budiawan mengharapkan permintaan klarifikasi ini sesuai mekanisme pemberitaan.

Djekat dalam penjelasannya di depan pengurus AKAD mengatakan tidak bermaksud menyinggung perasaan kepala desa seperti tertulis di koran jajaran kades sebagai “hantu”. Persepsi tersebut memang salah jika pernyataannya ditafsirkan apa adanya.

Menurut Djekat, pernyataan tersebut menyindir dinamika yang berkembang belakangan ini.

Sementara Ketua Komisi I Ardianto menyampaikan permohonan maaf kepada unsur AKAD atas pemberitaan tersebut. Mencermati isi koran terkait judul berita itu, Komisi I justru memberi ruang unsur kades menyampaikan lebih banyak aspirasi terkait kekhawatirannya.

”Wajar kalau Kades merasa dihantui, karena ADD yang teman-teman di DPRD sepakati di Desember itu sampai sekarang belum jelas juklak dan juknisnya. Ini patut kita pertanyakan,” kata Ardianto. (puj/r11)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *