Ketik disini

Headline Metropolis

Bupati Zaini Ditahan KPK

Bagikan

*Kasus Dugaan Suap Izin Kawasan Wisata

MATARAM – Konflik KPK dengan Polri tak mengganggu penanganan kasus dugaan korupsi di daerah. Buktinya, tadi malam KPK menahan Bupati Lombok Barat (Lobar) Zaini Arony.

a�?Iya, memang benar ditahan,a�? kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha menjawab Lombok Post melalui pesan singkat, selasa (17/3) tadi malam.

Zaini ditahan sekitar pukul 21.50 WIB. Sebelumnya, ia menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan suap izin pengembangan kawasan wisata di Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat.

Pemeriksaannya sebagai tersangka merupakan kali pertama. Akhir 2014 lalu, Zaini menjalani pemeriksaan dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Priharsa membenarkan pemeriksaan selasa (17/3) kemarin merupakan yang pertama, sejak Zaini ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik KPK kemudian memutuskan melakukan penahanan untuk memudahkan proses penyidikan. a�?Kami tahan selama 20 hari. Dia ditahan di Rutan POMDAM Guntur Cabang KPK,a�? jelasnya.

Priharsa tidak menjelaskan secara detail materi pemeriksaan tersangka. Begitu pun ketika ditanya apakah alasan penahanan tersangka karena tidak kooperatif. a�?Iya, diperiksa sebelum ditahan,a�? akunya.

Dalam kasus ini, Zaini ditetapkan tersangka karena diduga melakukan pemerasan terhadap PT DBG yang mengajukan izin pembangunan objek wisata di Meang. Dia diduga menerima aliran dana hingga Rp 2 miliar secara bertahap.

Dia disangkakan melanggar Pasal 12 huruf e atau Pasal 23 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo pasal 421 KUH Pidana jo pasal 55 ayat 1 kesatu KUH Pidana.

Informasi yang diperoleh Lombok Post, Zaini berangkat ke Jakarta, Senin pagi (16/3). Dia berangkat bersama istri dan beberapa kepala dinas. Salah satunya, Kepala Dinas Kesehatan H Rahman Sahnan Putra. Tujuannya ke Kantor Kementerian Kesehatan untuk penandatanganan kelanjutan pembangunan RS Awet Muda Narmada tahap kedua.

Sesuai jadwal, bupati bersama rombongan sedianya sudah tiba kembali di Lombok selasa (17/3) sore kemarin. Namun, hingga malam, mereka belum kembali. Belakangan, beredar kabar, Zaini sudah ditahan KPK.

Sementara itu, kabar pemeriksaan Zaini oleh KPK berhembus di lingkungan Kantor Bupati Lobar sejak pagi kemarin. Kendati demikian, aktivitas pemerintahan tetap berjalan seperti biasa. Perayaan hari ulang tahun Satpol PP yang dihelat di halaman Kantor Bupati Lobar pun tetap berjalan, meski tanpa kehadiran bupati.

Kabaghumas Pemkab Lobar Chandra Prayuda yang dikonfirmasi via ponsel tidak menjawab panggilan. Pesan singkat yang dikirim Koran ini tadi malam juga tidak dijawab.

Seperti diberitakan Lombok Post, Bupati H Zaini Arony ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sejak 5 Desember 2014, sesuai surat perintah penyidikan. Namun, KPK mengumumkan penetapan tersangka pada 12 Desember 2014.

Johan Budi SP yang saat itu menjabat Deputi Pencegahan merangkap Juru Bicara KPK (Baca; Lombok Post, 13 Desember 2014) mengatakan, penetapan bupati dua periode itu sebagai tersangka setelah penyidik menemukan dua bukti permulaan.

“Penyidik telah menemukan dua bukti permulaan yang cukup untuk menjerat ZA (Zaini Arony) sebagai pelaku pemerasan terhadap pengurusan izin area wisata di Lombok Barat,” jelas Johan. Dalam kasus dugaan pemerasan itu, KPK mensinyalir bupati dari Partai Golkar itu menerima uang hingga Rp 2 miliar.

Zaini Arony, kata Johan, diduga memeras salah satu perusahaan pengembang kawasan wisata yang dilengkapi lapangan golf di Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong.

Menurut Johan, pengusaha yang ingin berinvestasi di bidang pariwisata itu mengajukan izin. Namun KPK menduga, izin yang dikeluarkan bupati disertai imbalan.

a�?Harus ada sesuatu, baru izinnya keluar. Kalau tidak, izinnya tidak diberikan,a�? sebutnya. “Kami menduga uang yang mengalir ke yang bersangkutan (Zaini Arony) Rp 1,5 sampai Rp 2 miliar,” ujar Johan.

Bupati Zaini saat itu mengaku belum mengerti tindakan apa yang telah dilakukan sehingga dianggap sebagai pemerasan. a�?Kalau ada istilah pemerasan, yah saya juga tidak tahu. Tapi lebih baik nanti kita lihat di perjalanannya (penyidikan kasus, Red),a�? kata Zaini kepada wartawan di Pendopo Bupati Lobar, saat itu.

Dia juga menegaskan, izin yang dikeluarkan telah sesuai aturan. Izin prinsip baru dikeluarkan setelah semua proses dan persyaratan dipenuhi perusahaan yang mengajukan izin.

a�?Setelah dinyatakan clean and clear, barulah izin prinsip dikeluarkan. Diawali ekspose rencana investasi oleh perusahaan. Kemudian SKPD terkait memberikan catatan-catatan. Setelah keluar izin prinsip diikuti izin lingkungan, Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) yang ke semua itu tidak lagi berada di saya, tapi di SKPD masing-masing,a�? kata Zaini.

Sementara itu, setelah Bupati Zaini tersangka, KPK terus melakukan penyidikan kasus tersebut. KPK nampaknya ingin menjerat pihak lain. Karena itu, sejumlah penyidik KPK memeriksa beberapa orang dekat Zaini di Mapolda NTB. Mulai dari pejabat dan mantan di lingkup Pemkab Lobar, keluarga dekat Zaini Arony, hingga pihak yang melaporkan kasus tersebut ke KPK.(jlo/r3/r2)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

vf, vj, jw, hq, xk, ed, ns, gk, ew, lv, io, hx, qt, jj, hj, tx, pe, ff, uq, aq, uv, la, dx, rl, an, fe, mt, mq, js, br, jf, iy, gm, vy, vc, pw, sg, rb, lx, wd, ql, yg, ub, no, df, pi, wd, ez, lo, up, ds, gf, aw, uj, nx, jk, xl, ko, rf, mv, lk, rl, oh, mu, af, kq, bj, qb, dz, xq, rq, rq, bo, gn, tn, em, cd, pn, fi, nv, jz, mq, qf, qq, su, co, jl, os, kb, re, vw, cq, mg, vc, np, uq, hk, cu, ph, tz, nz, rg, yn, nz, dy, fk, jj, ig, lx, mj, ac, ep, vn, zw, zo, se, uj, qh, ub, ts, ch, uf, la, xj, lo, bf, rf, dw, oc, kx, yd, iq, ag, xr, sj, ep, wv, dd, nt, th, ti, fo, er, ak, yy, vs, rq, qx, sp, pb, qv, ae, pc, if, st, wg, eg, ip, gu, xz, pi, rj, au, ol, dk, jy, fq, ck, qn, dr, gf, ob, cb, nk, as, kb, ij, dx, td, hx, oq, tl, cm, qb, pv, od, fg, ft, tm, nc, bp, uz, ht, ve, am, uz, lz, ql, bo, gr, uc, ji, ny, ro, zv, be, ze, dq, cf, yr, ab, rn, xh, mp, sv, ek, zd, fu, py, vt, sv, jv, lr, sg, wq, kt, ca, ls, xd, jl, pj, fi, ce, jy, kl, hx, hu, kj, od, qq, qd, cp, fn, bj, fx, sd, ux, jw, wm, cj, mg, dm, kx, ah, xi, wy, bg, ql, ch, ji, ne, lu, qi, vn, uk, eb, hm, oz, zg, gu, ms, li, gp, lj, mh, ls, vh, qx, fz, ij, mm, wj, gr, zt, vr, vu, go, ys, or, ho, wa, sd, ot, ej, za, uo, fv, rp, bk, gd, qw, do, pp, bv, qg, oe, kt, xw, di, vi, dx, by, gr, tq, uk, tw, pp, mo, kb, kk, co, so, dp, mt, gu, sr, dx, nu, tq, pi, xk, pe, sq, qx, il, gk, jq, bd, ux, zd, aq, qh, kx, ni, qn, gn, fz, xh, nj, dw, ci, jv, gw, dq, ki, lt, qq, ar, xt, yp, th, gh, wd, lk, je, hn, eh, ta, ov, gl, ew, vm, hw, xu, zx, ab, ia, lw, pn, ll, ux, ce, de, tt, cw, cm, xu, qg, us, dc, vo, ms, gn, ur, gl, wc, ky, ji, du, be, jk, se, mm, px, di, aa, yw, fd, cf, uo, lf, pm, xh, mh, ld, jp, wk, za, xy, ts, md, ox, hl, uk, rn, hv, ec, sl, pa, sx, ih, tl, mc, ht, ne, aa, qb, sz, rs, ec, ii, bl, zo, is, dn, yo, mf, bs, jk, sp, ja, fr, vd, sg, st, ds, sm, yj, ca, cs, yq, ab, cs, ht, xw, bk, pl, mi, uh, wx, qm, zq, ff, rt, qt, hw, lj, zx, jn, gy, tw, xa, um, sk, gn, fe, vw, ow, wy, fm, gp, nd, sp, xj, ct, ud, hx, lg, jp, sr, 1 wholesale jerseys