Ketik disini

Politika

KPU Ngaku Masih Kurang Dana

Bagikan

MATARAM – KPU se NTB mengaku masih belum sepenuhnya memiliki alokasi anggaran pilkada, sesuai kebutuhan. Dari Rp 106 miliar yang diajukan seluruh kabupaten/kota yang menggelar Pilkada, baru disetujui Rp 91 miliar. “Ini di luar Kabupaten Dompu,” kata Divisi Logistik dan Anggara KPU NTB Hesty Rahayu kepada wartawan, Selasa (17/3).Untuk Dompu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemkab Dompu dan diharapkan segera tuntas.

Selain itu, Hesty juga mengungkapkan adanya ketimpangan yang cukup tinggi antara usulan KPU kabupaten/kota dengan realisasi anggaran dari pemerintah daerah.

Sebagian KPU kabupaten/kota mengajukan anggaran sejak 2014 ketika asumsi pilkada berlangsung dua putaran. Sistem penetapan calon terpilih menggunakan ambang batas. “Pemkab setujui anggaran ketika UU sudah ditetapkan. Jadi ada ketimpangan,” bebernya.

Setelah terbitnya UU Pilkada, masih ada kekurangan anggaran yang disetujui pemerintah kabupaten/kota. KPU kabupaten/kota segera berkomunikasi baik dengan eksekutif maupun legislatif masing-masing kabupaten/kota. Dalam pembiayaan tahapan pilkada nantinya akan mengacu pada prioritas tahapan atau kegiatan sehingga kekurangannya dapat diusulkan dalam APBD.

Adapun mengenai ketersediaan logistik, Hesty menjelaskan khusus untuk kotak suara dan bilik suara di enam kabupaten/kota mencukupi. Kecuali untuk kebutuhan Pilkada KLU.

Pemenuhan kebutuhan kotak suara dan bilik suara KPU akan meminjam dari KPU Lombok Barat. Hesty optimistis semua persoalan baik menyangkut pendanaan maupun terkait logistik pilkada segera teratasi.(tan/r9)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *