Ketik disini

Headline Politika

Mesir Tunjuk Ketua Plt Partai Golkar

Bagikan

MATARAM – Pengakuan Menkum HAM atas kepengurusan Partai Golkar versi Munas Ancol, membuat Plt Partai Golkar NTB Mesir Suryadi kian berani. Ketua DPD II Partai Golkar se NTB kini dipimpin Plt. a�?Di suatu tempat, kita sudah umumkan dan serahkan SK Plt se NTB,a�? kata Mesir saat menjadi pembicara dalam diskusi kamisan di M16, Senin malam (16/3).

Kata Mesir, keberadaannya selaku Plt, hanya bertugas untuk menetapkan Ketua DPD II maupun DPD I Partai Golkar yang definitif. Sesuai dengan apa yang ditetapkan DPP Partai Golkar. Soliditas Partai Golkar akan tetap dijaga, jangan sampai perpecahan yang terjadi di pusat merembet ke daerah.

Mengenai status hukum kepengurusan, Akademisi Fakultas Hukum Unram Lalu Syaipuddin Gayep yang juga hadir dalam diskusi menegaskan, jika dilihat secara normatif, kepengurusan Partai Golkar versi Munas Ancol yang dianggap akan memiliki legitimasi hukum dari Kemenkumah. Salah satu indikasinya adalah adanya surat permintaan menyusun pengurus ke kubu Agung Lakosono, dari Menkumham Yasonna Laoly.

Kata Gayep, dalam amar putusan yang ditetapkan Mahkamah Partai, tidak ada konklusi yang jelas, sebab ada dua pandangan hukum yang berbeda. Namun, Andi Matalatta Cs-lah yang jelas menegaskan soal keabsahan kepengurusan Agung Lakosono, sedangkan Muladi Cs, memiliki pandangan abu-abu.

a�?Inilah yang dimanfaatkan Yasonna untuk mengeluarkan putusan,a�? bebernya.

Kubu ARB masih memiliki peluang untuk membawa putusan Mahkamah Partai Golkar ke Pengadilan Negeri, ini merupakan tahap lanjutan yang bisa dilakukan seperti diatur UU Parpol. Batasan waktunya 60 hari untuk banding dan 30 hari proses kasasi. Namun, jika Menkum HAM sudah menerbitkan putusan final, maka jikapun kubu ARB menang di pengadilan negeri, maka tidak serta merta mencabut putusan Menkum HAM, tetapi harus digugat juga melalui PTUN.

a�?Jika melihat gelagat penguasa, kubu Agung Laksono yang akan disahkan,a�? tandasnya.

Sementara itu, Akademisi IAIN Mataram Dr Kadri juga menjadi pembicara menyoal Partai Golkar yang mulai tidak konsisten menjalankan kaderisasi. Di NTB, rusaknya tatanan kaderisasi Partai Golkar, berawal ketika H Zaini Arony yang saat menjadi Bupati Lombok barat periode pertama, menang dalam Musda.A� Dan ini mulai mengaburkan kaderisasi, karena tidak lagi Partai Golkar melahirkan pemimpin dari proses kaderisasi yang dilakukan.

Di NTB, Partai Golkar juga dianggap memiliki catatan hitam, kadernya terbelit kasus korupsi, mantan Gubernur NTB yang juga Ketua DPD I Partai Golkar NTB. Juga yang terbaru Ketua DPD I Partai Golkar H Zaini Arony yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. (mni/r9)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys