Ketik disini

Headline Sportivo

Ngeri.. Atlet BMX Latihan di Udayana

Bagikan

* Lompatan Tidak Sampai Bisa Fatal

MATARAM – Permasalahan yang dihadapi cabang olahraga BMX belum selesai. Sampai kemarin, sirkuit untuk latihan di GOR 17 Desember Turida belum bisa dipakai untuk latihan. Pasalnya, KONI NTB sampai kemarin belum melakukan perbaikan. Sehingga, atlet BMX terpaksa latihan di trotoar dan lintasan Udayana.

Kondisi ini sungguh sangat miris. Karena pada 28 Maret mendatang, atlet BMX akan mengikuti Try Out Kejurnas BMX di Temanggung, Jawa Tengah. Selain masalah sarana, BMX juga belum pasti akan memberangkatkan atletnya atau tidak ke kejurnas sekaligus Indonesia Nasional Open BMX Super Cross Seri 1 ini. Pasalnya anggaran KONI NTB dari Pemprov belum cair.

“Ini dia mas, kita juga belum dapat kepastian apakah akan berangkat atau nggak di kejurnas ini,” keluh Pelatih BMX Pelatda NTB, Junaidi Edet. Meski demikian, Edet meminta anak asuhnya untuk berlatih. “Lintasan di sini (Udayana, red) bentuknya patahan. Jadi kalau lompatannya nggak sampai, bisa fatal,” ungkapnya.

Edet mengaku terpaksa meminta atletnya berlatih di lintasan super beresiko ini. Karena dia sudah tidak memiliki alternatif tempat latihan yang lain. Beberapa waktu salah seorang atlet non-pelatda tersungkur ketika berlatih Udayana. Atlet itu mengalami cedera parah karena tulang bahunya tergeser.

Lalu, apa jadinya kalau hal serupa terjadi pada atlet Pelatda BMX. Hal ini nampaknya tidak terlintas dibenak Pengprov ISSI maupun KONI NTB. Tahun 2014 lalu, Bagus Saputra atlet BMX Pelatda yang meraih medali perunggu di Sea Games 2013 mengalami cedera.

Bagus terjatuh ketika berlatih untuk persiapan kejurnas di lintasan BMX yang tidak layak di GOR 17 Desember Turida. Harusnya kejadian itu bisa menjadi pelajaran dari berbagai pihak.
Akibatnya, Bagus gagal mengikuti kejurnas karena cedera itu.

Anggaran KONI dari pemprov yang belum cair ditengarai menjadi salah satu penyebabnya. Ketua KONI Kota Mataram, H Mohan Roliskana bersama pemkot tergerak dengan kondisi memprihatinkan ini. KONI Kota Mataram dan pemkot berencana akan membangunkan sirkuit BMX di depan Mataram Water Park (MWP).

“Yang penting kita ada tempat latihan dulu dah sekarang. Agar atlet ada persiapan kalau memang berangkat nanti, ” terang Edet. Ajang kejurnas pertama di tahun 2015 ini nantinya akan diikuti semua atlet BMX yang ada di Indonesia.

Untuk itu, Edet sangat berharap bisa mengirim atletnya di ajang ini. Karena kejurnas ini akan menjadi bahan evaluasi sejauh mana kemampuan atlet BMX NTB. “Kita harap hasilnya bisa lebih baik dari kejurnas terakhir di Surabaya 2014 lalu. Waktu itu kita hanya sampai juara 3. Kali ini kita ingin di podium pertama,” pungkas Edet. (ton/r10)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *