Ketik disini

Bima - Dompu

Pengancaman Wartawan Bukan karena Berita

Bagikan

* Pelaku Sedang Mabuk

KOTA BIMA – Kasus pengancaman terhadap seorang wartawan media lokal ditangani polisi. Andri, 28 tahun, yang dilaporkan melakukan pengancaman diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut.’’Kami periksa Andri sebagai saksi dulu,’’ ungkap Kapolsek Asakota Polres Bima Kota, IPTU H Eban, Selasa (17/3).

Dikatakan, dalam pemeriksaan, Andri mengaku kejadian pengacaman itu lantaran saling tatap dengan korban. Saat itu, Andri dalam keadaan mabuk.

‘’Kami juga menanyakan apakah Andri mengenal korban. Dia menjawab tidak mengenal. Selain itu golok yang digunakan korban bukan miliknya melainkan punya orang lain,’’ jelasnya.

Diakui Eban, proses hukum kasus itu belum bisa disimpulkan sebagai akibat pemberitaan. Pada saat pemeriksaan oknum Andi mengaku tidak mengenali korban.‘’Kami tetap akan memproses kasus ini. Tetapi kami akan fokus pada pengacamannya dulu,’’ katanya.

Lanjut dia, Andri juga belum bisa ditahan karena masih ada pemeriksaan saksi tambahan. Dia juga mengaku, meski tidak mengenal pelapor oknum Andri mengaku mengancam pelapor.

“Andri mangaku melakukan pengancaman terhadap korban. Tetapi dia membantah jika acaman itu karena faktor dendam atau karena dikorankan,’’ katanya lagi.

Untuk diketahui, kasus pengancaman terhadap wartawan itu terjadi pada Senin (10/3) malam lalu. Kejadian dialami Syafruddin di Lingkungan Gindi, Kelurahan Jatiwangi saat korban sedang menemui temannya di jalan lingkungan setempat. Diduga oknum Andri tiba-tiba medekati korban dan langsung mengarahkan parang ke korban.Syafruddin menduga ancaman pelaku berkaitan dengan pemberitaan kasus narkoba yang menjerat pelaku tahun lalu. (dam/r7)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *