Ketik disini

Pendidikan

Sekolah Jujur Dapat Hadiah

Bagikan

MATARAM — Kepala sekolah diminta tidak memanipulasi kelulusan siswanya. Mereka juga diimbau tidak terpengaruh dengan intervensi dari pihak manapun.

Menurut Kepala Dikpora NTB H Rosiady Sayuthi, ketetapan UN tak lagi menjadi penentu kelulusan siswa semestinya bisa momentum mengembalikan kedaulatan sekolah. ”Mari kita bersama-sama mengemban amanah ini sebagaimana mestinya,” ajak Rosiady.

Dikpora juga telah menyiapkan hadiah khusus bagi sekolah dengan predikat pelaksanaan UN terbersih dan terjujur. Namun ini bukan diperuntukkan bagi sekolah yang memperoleh hasil UN tertinggi.”Walaupun hasil UN anjlok, tetapi tingkat kejujurannya tinggi, itu yang akan kami prioritaskan,” imbuhnya.

Mantan kepala Bapedda NTB ini menjelaskan, sistem penilaian yang diterapkan berbasis ruangan dan sekolah. Masing-masing ruangan UN di sekolah akan dimonitoring.”Hasil ini akan kita jadikan evaluasi dan introspeksi pelaksanaan UN berikutnya,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dikbud Lobar H Ilham juga mengingatkan sekolah tidak perlu khawatir terkait isu-isu adanya intervensi dari dinas. Karena pihaknya tidak menarget semua siswa wajib diluluskan.”Siswa pantas lulus sepanjang edukatifnya bagus,” ungkapnya.

Bagi siswa yang bermasalah dan jarang masuk diimbau tak diluluskan. Begitupula jika hasil UN tidak sesuai dengan harapan.”Siapapun, entah anak pejabat atau anak orang penting. Karena di dunia pendidikan semua anak sama,” ujarnya.

Diharapkan, semua sekolah mengacu pada proses dan hasil pembelajaran secara obyektif dalam memberikan penilaian. Sehingga mampu memperbaiki kualitas pendidikan. ”Kasek tidak perlu takut dengan hasil UN. Karena tidak ada kepala sekolah yang diberhentikan atau dimutasi hanya karena hasil UN,” tandasnya. (cr-zen/r6)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *