Ketik disini

Headline Sumbawa

TNI Beraksi, Pupuk Palsu Disita

Bagikan

*Belum Sempat Beredar ke Petani

SUMBAWA — Langkah cepat aparat TNI menyelamatkan petani layak diacungi dua jempol. Bekerja sama dengan Dinas Pertanian Sumbawa, aparat TNI ini membongkar penimbunan pupuk palsu di Desa Olat Rawa, Kecamatan Moyo Hilir, Selasa malam (24/3).

Danramil Moyo Hilir Kapten Inf. Asep Okinawa mengungkapkan, Selasa malam, sekitar pukul 19.00 Wita, Babinsa menerima laporan dari pengecer pupuk di Desa Brare. Dikatakan bahwa ada pupuk yang diduga palsu beredar di Desa Olat Rawa.Pupuk tersebut sudah diperjualbelikan kepada para petani.

”Mendapatkan informasi itu Babinsa Olat Rawa meluncur ke rumah yang disampaikan sesuai informasi,” ujar Asep kepada wartawan, rabu (25/3) kemarin.

Dikatakan, di rumah milik warga berinisial Jn tersebut ditemukan sekitar 56 karung pupuk NPK merek khonska. Padahal pupuk NPK yang disubsidi pemerintah bermerek phonska. Dari kemasan pupuk tersebut sudah mencurigakan. Berdasarkan keterangan Jn, pupuk tersebut adalah milik seorang rekannya berinisial Hr, warga Nanga Lidam, Kecamatan Moyo Hilir.

Setelah dikembangkan, apakah itu pupuk palsu atau tidak, akan diserahkan kepada pihak kepolisian. Meskipun pupuk tersebut tidak palsu, kedua orang itu menyalahi aturan. Karena mengedarkan pupuk bukan sebagai pengecer yang memiliki legalitas. Apalagi jika pupuk tersebut benar-benar palsu, tentu saja akan merugikan masyarakat.

Menurut Asep, tidak menutup kemungkinan pupuk tersebut akan merusak tanaman milik petani. Hal ini bisa menggagalkan program swasembada pangan milik pemerintah. Pihaknya sudah menghubungi Dinas Pertanian Sumbawa terkait persoalan tersebut. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk menindaklanjuti temuan ini.

Sementara itu, Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Sumbawa, Anas Malik mengatakan pupuk tersebut diduga palsu. Selain itu, izin edarnya sudah mati Maret tahun lalu dan hingga saat ini pihaknya belum menerima perpanjangan izin.

Dipaparkan, melihat komposisi kandungannya yang tertera di kemasan pupuk tersebut, cukup bagus. Namun untuk memastikannya, harus dilakukan uji laboratorium. Ke depannya, pihak Dinas Pertanian akan mengambil langkah strategis dengan TNI dan kepolisian terkait pengawasan peredaran pupuk di Sumbawa.

Menurut Anas, langkah yang dilakukan TNI itu menjadi shock terapi. Karena pihaknya mendengar banyak indikasi beredarnya pupuk palsu. Namun baru sekarang pupuk yang diduga palsu berhasil dibongkar.

”Jangan sampai ini dijual dengan izin yang tidak jelas. Kasihan petani kita,” katanya.

Sementara itu Kapolsek Moyo Hilir AKP Abdul Sani membenarkan bahwa pihaknya telah menerima pelimpahan tersebut dari pihak Koramil. Untuk sementara, masih belum diketahui apakah pupuk tersebut palsu atau tidak dan masih bersifat dugaan.

”Kami sudah berkoordinasi dengan Danramil, KUPT Pertanian dan Sekcam Moyo Hilir,” terang perwira yang akrab disapa Sani ini.

Saat ini, lanjut Sani, temuan tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Sejumlah pihak terkait juga masih dimintai keterangan. Jika berdasarkan hasil uji laboratorium menyebutkan bahwa unsurnya tidak sesuai, barulah dilakukan penyidikan. Saat ini pihaknya juga masih menunggu hasil uji laboratorium atas pupuk tersebut. (run/r7)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *