Ketik disini

Selong

Desa Kelimpungan, BPMPD Kelabakan

Bagikan

*Detik-Detik Akhir Jelang Pencairan ADD

Seluruh desa di Lotim diminta menyelesaikan persyaratan pencairan ADD paling lambat awal April mendatang. Bukan tanpa alasan, mereka terancam tak menerima dana sepeser pun jika tak mampu memenuhi tenggat waktu.

***

SEJUMLAHA�kendaraan memenuhi ruang parkir kantor BPMPD (Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa) Lombok Timur, kamis (26/3)A�kemarin. hampir tak ada lokasi parkir tersisa. Beberapa motor harus didesakkan di sudut-sudut halaman itu. Memasuki ruangan kantor itu, kondisi berjubel lebih terlihat lagi. Semua terlihat sibuk, fokus, bahkan stres dengan urusannya masing-masing.

Bukan hanya pegawai BPMPD saja yang memenuhi ruang kantor itu. Kemarin, sejumlah kepala desa dan perangkatnya datang berbondong-bondong ke sana. Sudah beberapa hari ini kondisi penuh sesak seperti di pasar saja. Penyebabnya, Anggaran Dana Desa alias ADD. a�?Mau urus berkas-berkasnya,a�? kata Kades Korleko Selatan Sirajudin.

Mulai tahun ini, desa di Lombok Timur akan menerima dana super besar. Kisarannya Rp 476 juta untuk penerima terkecil dan Rp 1,28 miliar penerima tertinggi. Konsekuensi dari besarnya dana yang dikucurkan itu, adalah sejumlah kelengkapan dokumen yang harus dibuat. Bukan sekadar dibuat untuk memenuhi administrasi saja. Namun harus bisa dipertanggungjawabkan.

Cukup melelahkan dan membingungkan. Hal ini diakui pula Kades Lepak Timur M Tahir. Desanya memang sudah merampungkan persyaratan yang diwajibkan sejak beberapa hari lalu. Namun dalam proses itu, pihak desa harus bekerja keras membuat sejumlah kelengkapan semisal RAPBDes, RPJMDes, dan RKPDes. a�?Kepala jadi pusing, melelahkan,a�? jawabnya.

Perihal pusing dan melelahkan ini dibenarkan Rusli, Ketua BPD Tirtanadi. Dia mengatakan semua serba baru. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Begitu banyak berkas yang harus dibuat dengan tingkat akurasi yang tinggi. Tidak bisa asal buat seperti dulu lagi.

Di saat desa-desa terlihat kelimpungan, BPMPD juga kelabakan. Soalnya dari 239 desa di daerah ini, baru 35 yang sudah benar-benar rampung. Masih ada 200 lebih desa yang harus dibantu pemberkasannya dalam waktu super singkat yang tersisa. Alih-alih menerima dana super besar, bisa jadi mereka tak menerima sepeser pun jika tak juga merampungkan syarat. a�?Kantor ini mendadak rame sejak beberapa waktu belakangan,a�? kata Kabid Pemdes Khairul Amri.

Tak kurang dari 20 berkas masuk setiap harinya. Semua staf di sana harus melakukan verifikasi mendalam untuk memeriksa dokumen-dokumen. Begitu ditemukan kekurangan, para Kades atau perwakilannya langsung dipanggil. Diarahkan melakukan perbaikan secepat mungkin. a�?Makanya harap maklum kantor ini seperti pasar,a�? pungkasnya. (*/r11)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys