Ketik disini

Headline Sumbawa

Hajamudin: Saya Siap Tanggung Jawab

Bagikan

*Investor Serius Membangun Pariwisata

TALIWANG – Kepala Badan Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Hajamudin mengatakan tidak ada persoalan dalam investasi pariwisata di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Hajamudin merupakan salah satu pejabat yang dimintai keterangannya oleh penyidik Polres KSB terkait dugaan beking pada investor yang membangun hotel sebelum semua izin keluar.

a�?Ia benar, saya telah dimintai keterangan oleh penyidik.Ada sekitar 20 pertanyaan yang ditanyakan,a��a��kata Hajamudin, A�kamis (26/3) kemarin.

Ditegaskan, dia mengakui telah mengeluarkan surat rekomendasi nomor 503/351/BPMPPT/IX/2014 kepada PT Wirata Karya. Dalam rekomendasi tersebut, termuat beberapa permakluman seperti pemasangan talud sepanjang 3 kilometer dan pemasangan talud untuk helipad.

Selanjutnya, dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut, harus memperhatikan, pembangunan tersebut dimaksudkan sebagai upaya percepatan investasi di sektor pariwisata yang diharapkan.Diharapkan investasi tersebut bisa memberikan efek bagi pertumbuhan ekonomi.

a�?Hal ini sesuai dengan 12 kewenangan berdasarkan peraturan bupati nomor 8/2013 terkait pelimpahan kewenangan tentang pemanfaatan potensi SDA, pemanfaatan sumber daya alam (SDA) yang bisa diperbaharui dan SDA yang tidak bisa diperbaharui,a��a��bebernya.

Syarat lainnya, melakukan kerja sama kemitraan para penanam modal dengan pihak ketiga. Melakukan promosi potensi SDA, memberikan pelayanan perizinan dan non perizinan, melakukan pengawasan dan pengendalian di bidang investasi, melakukan pendataan dan juga peningkatan kualitas SDM.

Dikatakan, setelah PT Wirata Karya menyampaikan rencana investasinya kepada pemerintah daerah, kata Hajamudin, BPMPPT memeriksa sejumlah dokumen seperti kepemilihan lahan. Setelah itu, BPMPPT beserta sejumlah dinas terkait melakukan monitoring lapangan ke lokasi, dengan memperhatikan dokumen kepemilikan lahan dan hak atas lahan tersebut.

Menurutnya, PT Wirata Karya telah menunjukkan keseriusannya untuk berinvestasi di KSB. Termasuk dengan pemilikan atas lahan seluas kurang lebih 44 hektare yang semuanya telah memiliki sertifikat hak milik (SHM).

a�?a��Saya siap bertanggung jawab atas semuanya. Makanya ini saya sudah berikan tanda,a��a��ujarnya sembari menunjukkan beberapa kalimat yang tertera di lembaran berkas yang dipegangnya.

Dikatakan, terkait perizinan sebagaimana yang diatur dalam UU Nomor 32/2009 tentang Lingkungan Hidup, sebagaimana yang dipermasalahkan, hingga saat ini masih dalam proses. Tapi berdasarkan informasi yang diterimanya, PT Wirata Karya akan menarik diri dari KSB dengan munculnya permasalahan ini.

a�?Informasinya PT Wirata Karya menarik diri berinvestasi di KSB setelah munculnya permasalahan ini,a��a��jelasnya.

Sementara itu, perwakilan PT Wirata Karya di KSB saat dihubungi via ponselnya mengaku tidak berani memberikan informasi terkait hal tersebut. Dia mengatakan, bukan kapasitasnya untuk memberikan penjelasan.

a�?Maaf pak, saya tidak bisa berikan informasi terkait hal itu, karena bukan kapasitas saya.Saya harus sampaikan dulu kepada pimpinan,a��a��katanya singkat dan langsung menutup pembicaraan. (cen/r7)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys