Ketik disini

Sumbawa

MTQ KE XI TINGKAT KABUPATEN DIGELAR

Bagikan

*DELAPAN KAFILAH, 220 PESERTA SIAP JADI YANG TERBAIK

TALIWANG — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke XI tingkat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) resmi dibuka Wakil Bupati Sumbawa Barat, Drs H Mala Rahman. Kecamatan Brang Rea tahun ini dipercaya sebagai tuan rumah.

Mereka akan melayani delapan kafilah dengan total peserta mencapai 220 orang. Peserta yang keluar sebagai juara pertama pada MTQ tingkat kabupaten ini akan mewakili KSB pada ajang serupa di tingkat Provinsi NTB.

Wakil Bupati KSB, Drs H Mala Rahman saat membacakan sambutan Bupati KSB kemarin mengatakan, hakikat MTQ adalah momen kolektif umat muslim untuk mengakrabkan diri dan dan mengaplikasikan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari hari. Melalui MTQ, umat muslim diperdengarkan dengan susunan kata yang indah, kalimat yang jelas dan terang, serta gaya bahasa yang mengagumkan dari kitab suci Al-Qur’an.

‘’Dengan segala keindahannya, Al-Quran telah menjadi sumber inspirasi yang tidak. Makna yang terkandung di dalamnya bisa merasuk ke jiwa-jiwa kita umat Islam,’’ katanya.

Selain berisi nilai-nilai keimanan, Al-Qur’an juga mengandung sumber ilmu pengetahuan yang diperuntukkan bagi umat manusia. Al-Qur’an juga berisi kisah-kisah sejarah, falsafah hidup, kemuliaan dan keteladanan, serta pesan-pesan moral yang luhur dan agung. Al-Qur’an memberikan pencerahan bagi siapa yang membacanya, serta menawarkan keteduhan batin bagi mereka yang mengamalkannya.

‘’Dengan menghayati ayat-ayat Al Qur’an, kita dapat mengungkap berbagai rahasia alam di muka bumi ini. Pemahaman yang utuh terhadap nilai-nilai universal dari Al-Qur’an, dapat memberikan kontribusi dalam membangun tatanan dunia yang aman, adil, dan bermartabat,’’ paparnya.

Mala Rahman menjelaskan, MTQ secara harfiah, bisa dimaknai sebagai festival membaca Al-Quran. Dalam perkembangannya, banyak mata lomba yang diadakan untuk memeriahkan kegiatan ini. Saat ini KSB sudah XI kali menggelar kegiatan MTQ tingkat kabupaten, MTQ bukan saja menjadi rutinitas atas kebanggaan pada kitab suci Al-Quran, tapi juga membawa misi yang lebih inklusif, demi kemaslahatan umat.

‘’MTQ kali ini bertemakan ‘’Dengan semangat MTQ kita lestarikan adat bersendikan syara’ dan syara’ bersendikan kitabullah’’,’’ paparnya.

Tema ini, katanya, mengingatkan pada prinsip dan pedoman hidup masyarakat khususnya di KSB yang telah bersendikan kitab Al-Quran. Oleh karena itu, bukan hanya pada kegiatan MTQ yang digelar satu tahun sekali ini saja kita membumikan Al-Quran, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

‘’Dengan adanya MTQ, umat Islam khususnya di KSB, selayaknya menyadari bahwa ini menjadi langkah bersama untuk membangun karakter bangsa dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang terus berinovasi, berkreasi, dan bekerja keras untuk mencapai cita-cita,’’ paparnya.

Sumbawa Barat harus menjadi salah satu piranti yang menunjukkan bahwa bangsa Indonesia cinta damai, memiliki nilai-nilai peradaban yang luhur, dan yang menjunjung tinggi persatuan dan kerukunan di tengah kemajemukan.

‘’Kita tentu masih ingat bahwa dalam pembentukan KSB, seluruh masyarakat bersatu padu dalam satu kesatuan yang sama dengan niat kolektif membentuk Kabupaten Sumbawa Barat. Alhamdulillah, sampai saat ini, dalam usianya yang ke-11, KSB tetap mengedepankan nilai-nilai tersebut sehingga menjadi daerah dengan zero horizontal conflict,’’ sebutnya.

Pada kesempatan itu, wakil bupati dua periode ini juga menyampaikan sejumlah hal penting, salah satunya rasa syukur karena dalam dua dekade terakhir KSB telah menciptakan kondusifitas daerah sehingga kekerasan atau konflik bisa dihindari. Hal ini sejalan dengan ruh kitab suci Al-Quran yang membawa pesan cinta keadilan dan menjauhi kekerasan.

Pemerintah KSB, tambahnya, telah melakukan langkah progresif untuk menjadikan anak-anak sebagai generasi pecinta Al-Quran. Sejak tahun 2011, di Masjid Agung Darussalam, pemerintah telah membuka Pondok Pesantren Tahfidzul Quran untuk anak-anak di KSB, agar bisa menghafal Al-Quran 30 juz sejak dini.

‘’Alhamdulillah, sampai saat ini Ponpes Tahfidzul AL-Quran tersebut masih berjalan. Bahkan, hal yang membanggakan bagi KSB adalah 4 lulusan dari Ponpes ini telah lulus seleksi untuk melanjutkan pendidikan di Turki,’’ terangnya.

Tak hanya mengenalkan dan membumikan Al-Quran pada hati generasi muda, Pemda KSB juga terus bergiat dalam pembangunan sebagai upaya mewujudkan kemaslahatan umat. KSB sudah menetapkan sasaran ideal yaitu terpenuhinya 9 kebutuhan dasar masyarakat KSB.

‘’Di Kecamatan Brang Rea, saat ini kita dapat melihat sederet perkembangan dalam pembangunan di KSB. Salah satunya pembangunan Bendungan Bintang Bano. Tahun ini, Bendungan Bintang Bano merupakan satu dari 13 bendungan di Indonesia yang dibiayai oleh APBN,’’tambahnya.(hikma humas/*)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *