Ketik disini

Metropolis

Radikalisme Sasar Kaum Muda

Bagikan

MATARAM – Radikalisme masih jadi ancaman kekuatan ideologi bangsa Indonesia. Bahayanya makin besar karena faham ini terus disebarkan melalui berbagai cara.

“Sasaran utamanya dunia pendidikan. Targetnya membentuk pola pikir radikal di kalangan generasi muda, termasuk para pelajar maupun santri,” kata Mawardi, Direktur Nusatenggara Centre (NC) Mataram.

Menurut Mawardi, NC mencatat, sejak 2000 hingga kini, aksi radikalisme banyak disebabkan lemahnya internalisasi wawasan karakter kebangsaan generasi muda. Selain itu, adanya keterbatasan wawasan ke-Islaman yang kaffah dan rahmatan lil ‘alamin.

“Gerakan radikalisme sudah masuk ke dunia pendidikan dan kalangan kaum muda,” katanya. Buktinya, muncul bom bunuh diri yang dilakukan kalangan pemuda, terendusnya jaringan NII, bom di salah satu pondok pesantren, dan radikal atas nama jihad oleh santri.

Aksi radikal yang selama ini dilakukan oknum pemuda, berlatar belakang pendidikan dan sosial keagamaan, mengindikasikan faham ini sudah masuk institusi pendidikan.

“Atas dasar itu, perlu dilakukan upaya intensif untuk menyegarkan ingatan pemuda akan esensi nilai-nilai kebangsaan,” katanya.

Misalnya melakukan pendalaman materi karakter kebangsaan, khususnya dalam Pelajaran Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Kewaranegaraan (PKn). “Guru PAI dan PKn juga harus mengeksplorasi fakta radikalisme dan terorisme sebagai bagian dari ancaman yang harus ditangkal,” katanya.

Untuk ikut mencegah penyebaran faham radikalisme, Nusatenggara Centre menggelar FGD dan Saresehan Pendidikan Nir Radikalisme Bagi Guru PKn dan PAI Tingkat SMA/MA di Pulau Lombok.

FGD yang diikuti 20 guru PKn dan PAI sudah digelar beberapa waktu lalu. Sebagai kelanjutannya akan digelar sarasehan lanjutan, Sabtu (28/3) besok di Gedung PSBB MAN 2 Mataram.

Kegiatan tersebut akan melibatkan berbagai organisasi/lembaga, guru PKn dan PAI tingkat SMA/MA se-Pulau Lombok, mahasiswa, dan berbagai elemen terkait.

Peserta akan diajak berdiskusi tentang materi-materi yang berkaitan dengan pendidikan untuk mencegah radikalisme. Sarasehan akan menghadirkan pembicara, di antaranya dari Dikpora NTB, Kanwil Kamenag NTB, praktisi pendidikan, dan akademisi IAIN Mataram.

Lalu Suprawan, koordinator sarasehan mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan mengkaji kekuatan dan kelemahan metode dan materi pengajaran PAI dan PKn. Selain itu, memetakan dan melakukan penyadaran bahaya penyusupan radikalisme di sekolah. (lil)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *