Ketik disini

Headline Metropolis

Seru, Pengusaha Lawan Pemerintah

Bagikan

MATARAM – Penertiban reklame yang dilakukan Dinas Pertamanan Mataram mendapat perlawanan dari para pemilik. Mereka bahkan datang membawa bukti pembayaran pajak.

Seperti perwakilan PT Sampoerna yang datang menunjukkan bukti pajak resmi. Atas dasar itu mereka meminta agar tidak dilakukan penebangan.

Namun mereka tidak bisa menunjukkan izin reklamenya. Sehingga penebangan tetap dilakukan. Menanggapi masalah ini, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Mataram, kemarin memanggil pihak pengusaha. Hanya saja, pihak advertaising dan pengusaha mangkir dari panggilan.

Kepala Dispenda Mataram HM Syakirin Hukmi menjelaskan, bukti pajak yang ditunjukkan pengusaha akan dikroscek kebenarannya. Apakah benar pajak itu resmi dan izin reklame ada.

Upaya klarifikasi gagal karena tidak ada perusahaan hadir. ”Pertemuannya dibatalkan, tapi kami terus berusaha menghubungi,” ujar Syarkirin.

Diterangkan, PT Sampoerna bekerja sama dengan perusahaan advertaising mengurus reklame. Pertemuan semua pihak sangat penting untuk membuktikan kebenaran data. Sehingga bisa diketahui masalah sekaligus solusinya.

Untuk membuktikan data, benar atau tidak dispenda tak bisa memutuskan sepihak. Semua pihak harus duduk bersama-sama. ”Terhadap data itu kami perlu klarifikasi, biar masalahnya cepat selesai. Posisinya kita sama-sama mencari kebenaran,” ungkapnya.

Syakirin menambahkan, kasus ini merupakan temuan pertama. Tidak menutup kemungkinan masih ada di tempat lain. Jika kembali ditemukan, maka pola penanganannya sama.

Melakukan kroscek dan klarifikasi data izin dan pajak. Ia mengingatkan agar semua pihak memiliki izin terlebih dahulu baru memasang reklame. Selama, polanya terbalik, mereka memasang reklame baru mengurus izin. ”Seharusnya, sebelum mendirikan reklame itu harus punya izin,” imbuhnya.

Terpisah, penertiban terus dilakukan Dinas Pertamanan. Sampai kemarin, Satgas Pertamanan masih menebang reklame bodong yang ada di kawasan Jalan Pejanggik. Salah satunya, billboard raksasa milik perusahaan otomotif.

Selain izinnya sudah mati, konstruksi reklame juga rapuh dan karatan. ”Ini sangat berbahaya bagi keselamatan warga,” kata Kepala Dinas Pertamanan H Kemal Islam.

Kemal menegaskan, tidak akan ada kompromi dalam penertiban ini. Semua reklame bodong akan ditebang agar wajah kota lebih rapi dan tertib. (ili/r8)

Pendataan Sementara Reklame di Kota Mataram :

Jalan Pejanggik : 313 objek
Jalan AA Gede Ngurah : 145 objek
Jalan Prabu Rangkasari : 46 objek
Jalan Panca Usaha : 274 objek
Jalan Catur Warga : 176 objek
Jalan Pendidikan : 70 objek
Total di Seluruh Kota : 1.518 objek

*Sumber : Dispenda Kota Mataram

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *