Ketik disini

NASIONAL

Denny Berkelit Tak Ada Kerugian Negara

Bagikan

JAKARTA – Mantan Wamenkum dan HAM Denny Indrayana memenuhi panggilan Bareskrim Mabes Polri. Kemarin jumat (27/3)  ia diperiksa sebagai tersangka kasus korupsi pengurusan paspor elektronik Kemenkum dan HAM.

Denny yang datang bersama kuasa hukumnya sekitar pukul 13.30 WIB membantah ada kerugian negara dalam proyek yang dirancangnya tersebut. Ia pun berjanji akan memberikan keterangan lebih dalam soal pembayaran pengusuran paspor elektronik dan online tersebut. “Semoga dengan ini bisa dimudahkan pemeriksaannya,” jelasnya.

Soal adanya kerugian negara, Denny menampiknya. Menurut dia, tidak ada kerugian negara yang terjadi. “Selebihnya akan dijelaskan pengacara saya,” ujar lelaki bergelar profesor hukum tersebut.

Sementara Pengacara Denny Indrayana, Heru Widodo mengatakan, pihaknya telah mempelajari semua dokumen yang ada. Menurutnya, angka Rp 32 miliar yang dipersoalkan, sebenarnya biaya pengurusan paspor yang disetorkan ke negara. “Bukan kerugian negara, tapi justru ada pemasukan untuk keuangan negara,” jelasnya.

Lalu, untuk uang Rp 605 juta yang disebut sebagai pungutan liar, sebenarnya merupakan biaya pengurusan paspor. Dan itu semua disepakati pemohon paspor. Kalau memang tidak ingin ada pembayaran tambahan, bisa ke loket dengan pengurusan biasa. “Ini kan pilihan,” terangnya.

Masalah lainnya, soal disebut menguntungkan pihak ketiga. Setelah diperiksa pihak ketiga atau vendor ini masih merugi. Antara investasi dengan keuntungan belum sebanding. “Lalu, dimana menguntungkan pihak lainnya itu. Tidak ada,” ujarnya lalu masuk ke kantor Bareskrim.

Sementara Kabagpenum Mabes Polri Kombespol Rikwanto mengatakan, pemeriksaan ini untuk mengetahui peran Denny. Karena keterangan 20 saksi yang sudah diperiksa perlu diklarifikasi ke Denny.

Untuk kemungkinan ditahan, Rikwanto mengatakan, itu merupakan kewenangan penyidik. “Belum tahu, apakah akan ditahan atau tidak,” terangnya.

Denny akhirnya keluar dari kantor Bareskrim sekitar pukul 19.25 WIB. Dia lolos dari penahanan Bareskrim. Menurut Denny, selama diperiksa ada 17 pertanyaan yang diajukan terkait kasus korupsi pengurusan paspor tersebut. “Ya soal tupoksi saya sebagai Wamenkum dan HAM,” katanya.(idr/owi/dyn/r3)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *