Ketik disini

Metropolis

Menikmati Senggang, Wawali pun Ngopi di Sini

Bagikan

* Ini Dia Tempat Nongkrong Asyik di Mataram

Persaingan bisnis kedai tongkrongan semakin ketat. Pelaku usaha dituntut kreatif agar tetap dilirik pelanggan. Itulah yang dilakukan Dody Adi Wibowo, pemilik Kedai Kopi Etnic. Ia mengembangkan branding sebagai pusat penjualan kopi asli Lombok.

***

AROMA kopi langsung terhirup kuat saat baru masuk di Kedai Kopi Etnic di Jalan Sriwijaya Nomor 3D BTN Taman Baru. Meski berada di kompleks pertokoan, tempat ini terlihat lebih menonjol pada malam hari.  Kedai ini dihiasi kelap kelip lampu hias seperti butiran bintang. Kursi merah dengan meja coklat di jejer rapi. Poster berisi menu kopi dipampang di sebelah barat kedai, sehingga terlihat jelas lambang Kedai Kopi Etnic.

Malam itu, beberapa anak muda terlihat asik nongkrong sambil menikmati segelas kopi. Mereka saling bercengkrama sembari berselancar di dunia maya. Di kedai ini, pengelola menyediakan fasilitas free Wifi dengan kapasitas 10 mb. Sementara para pembuat kopi sibuk menyiapkan menu kopi yang sudah dipesan. Salah satunya adalah Dody Adi Wibowo. Pria yang murah senyum ini sedang menyiapkan salah satu menu andalan, yakni Coffee Chocolate Kiss dan Etnic Mocha Latte. Tangannya cukup lincah meracik kopi. Aroma khas biji kopi bercampur cokelat terasa menggugah selera. ”Ini adalah menu spesial kami,” katanya membuka percakapan.

Di kedai ini, banyak menu kopi yang bisa dinikmati. Seperti Etnic Coffee Latte, Etnic Mocha Latte, dan Etnic Superhero. Mulai dari kopi hangat dan dingin, juga ada Etnic Tea dan Juice. Namun jualan utama kedai ini adalah kopi khas Lombok. Semua kopi 100 persen menggunakan biji kopi berkualitas yang ditanam di Lombok. Dody menjelaskan, kedai miliknya ini memang didesain khusus sebagai tempat menikmati kopi khas Lombok. Selain menyediakan kopi jadi, mereka juga menjual kopi bubuk khas Lombok. Sehingga usai nongkrong pengunjung bisa membawa pulang bubuk kopi khas Lombok. Kopi ini disediakan dalam kemasan khusus. ”Kopi ini saya racik sendiri,” jelas pria berkulit sawo matang ini.

Tongkrongan yang dirintis sejak 2014 ini cukup ramai pengunjung. Terutama pada malam minggu. Baik tua maupun muda banyak berkumpul di sini. Menurut Dody, kedai miliknya banyak dijadikan tempat tongkrongan semua kalangan. Bahkan sejumlah pejabat kerap berkunjung ke kedainya. Salah satu yang kerap datang menikmati kopi adalah Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana. ”Tempat ini sangat pas untuk menghabiskan waktu bersama rekan, pacar, dan keluarga,” katanya.

Untuk memanjakan para pelanggan, ia menyediakan beberapa fasilitas. Di antaranya free Wifi dengan kapasitas 10 mb, juga ada ramalan kartu truf, dimana setiap pelanggan bisa diramal secara gratis. Selain itu, ia juga kerap menggelar nonton bareng pertandingan sepakbola. Dody menjelaskan, kedai merupakan bagian dari pengembangan usaha kopi. Sebelumnya, ia hanya menjual kopi khas Lombok yang dikirim ke berbagai daerah, bahkan hingga ke Chili. Etnic sendiri merupakan singkatan dari Excellent Taste of Natural Indonesia Coffe (ETNIC), artinya rasa nikmat dari kopi alami yang berasal dari Indonesia.

Racikan kopi ini sebenarnya sudah ada cukup lama di kalangan masyarakat Lombok. Hanya saja belum diberi nama. Pada tahun 2012, Ia berinisiatif memberi nama produknya ETNIC Lombok Coffe. Tahun 2013 kopi ini diperkenalkan ke publik dan dijual sampai saat ini. Baru pada Agustus 2014, Kedai Kopi Etnic dibuka sampai saat ini. ”Ke depan saya ingin mengembangkan dengan sistem franchise,” harapnya. (Sirtupillaili/Mataram/bersambung)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *