Ketik disini

NASIONAL

Penjual Tiket Pesawat Diringkus

Bagikan

*Diduga Terlibat ISIS

TULUNGAGUNG – Perburuan anggota jaringan ISIS berlanjut. Setelah menyisir Malang, tim Densus 88 Anti Teror, kemarin menangkap Ridwan Sungkar alias Abu Bilah alias Ewok, 40 tahun, warga Tulungagung, Jawa Timur.

Ridwan ditangkap tim yang berjumlah 20 orang di rumahnya, tanpa perlawanan. Kapolres Tulungagung AKBP Bastoni Purnama mengatakan, Ridwan diduga terlibat jaringan ISIS. Bahkan dia pernah ke Suriah beberapa tahun lalu. “Kini masih terus didalami tim Densus di Polda Jatim,” kata pria berkaca mata ini.

Dari penggeledahan yang dilakukan tim Densus dibantu personel Polres Tulungagung ditemukan satu dus compact disk (CD), buku-buku jihad, dan dua buah samurai.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf mengatakan, Ridwan diduga terkait dengan jaringan yang ditangkap di Malang beberapa hari sebelumnya. “Yang bersangkutan bergabung dengan ISIS,” tandasnya.

Anas mengatakan, Ridwan diketahui pernah mengikuti pelatihan di Suriah dua bulan. Dia baru saja kembali ke Indonesia dan tinggal di Tulungagung. Selama ini, aktivitas sosial di lingkungannya wajar, bekerja seperti biasa, dan tidak begitu menunjukkan misinya.

Mantan wakabareskrim Mabes Polri itu menambahkan, sudah ada 18 orang di Jatim yang direkrut jaringan At Tamimi dan dikirim ke Suriah tahun lalu. Mereka direktur jaringan Malang dan Tulungagung.

Dia menjelaskan, banyak faktor yang membuat warga mau direkrut dan diajak ke Suriah. Antara lain masalah ideologi, ekonomi, dan pendidikan. Salah satu untuk menarik agar mudah merekrut dengan mengiming-imingi uang sekian dolar. Padahal kenyataannya tidak seperti itu. Bahkan ada anggota tim Densus 88 yang menelusuri sampai Suriah dan bertemu dengan mereka. “Mereka menyatakan seperti itu,” imbuhnya.

Sementara, sepengetahuan warga, selama ini Ridwan bekerja di sebuah travel di Trenggalek. Sehingga wajar waktu berkumpul dengan warga tidak begitu luang.

Di lain pihak, Kepala Desa Mangunsari Agus Fahrozi mengaku tidak begitu mengenal Ridwan, meski yang bersangkutan merupakan warga asli desa setempat. Sebab, jarang terlibat dalam kegiatan desa. Selama ini, warga mengetahui Ridwan sebagai santri dan bersikap berbeda dengan lingkungan sekitar. “Namun warga tidak merasa curiga sebagai terduga teroris,” jelas dia.

Sementara, informasi di lapangan menyebutkan, Ridwan bekerja di sebuah reservasi tiket pesawat di Jalan Abdur Rahman Saleh 2, Kelurahan Surodakan, Trenggalek. Ada informasi, selama ini dia memang sudah lama terlibat dengan faham radikal. Bahkan, pada 2002 pernah ke Suriah dan pada 2009 pernah didatangi Abu Bakar Ba’asyir.

 (eko/zal/and/idr/wan/kim/r3)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *