Ketik disini

NASIONAL

Serbu Malang

Bagikan

DATASEMENA�Khusus (Densus) 88 diprediksi bakal menyerbu Malang lagi. Tidak hanya di Kota Malang, melainkan juga ada kemungkinan di wilayah Kabupaten Malang juga terindikasi basis gerakan radikal ISIS.

Hal ini diperkuat bocoran dari Komandan Korem 083/Baladhika Jaya Kolonel Arm Totok Imam Santoso yang menyatakan masih ada beberapa titik di wilayah hukumnya diduga kantong-kantong anggota ISIS berada. “Ada lima sampai enam kecamatan diduga kuat anggota ISIS,” kata Totok ditemui usai acara silaturahmi Forpimda Malang Raya, jumat (27/3) kemarin. Namun Totok enggan menyebutkan secara pasti daerah mana yang dimaksudnya menjadi tempat pergerakan ISIS itu.

Dari Jakarta dikabarkan, Polri memastikan, empat dari lima terduga teroris yang ditangkap di sekitar Jakarta pekan lalu, menjadi tersangka. Sementara, seorang lagi bernama Yufrizal dipastikan tidak terlibat dan dikembalikan ke keluarganya. “Empat tersangka itu dikenakan UU Terorisme dan Makar. Kaitannya rekrutmen anggota ISIS dan pencari dana kegiatan terlarang tersebut. Hingga saat ini empat orang itu masih terus diperiksa,” terang Kabagpenum Mabes Polri Kompespol Rikwanto.

Sementara untuk tiga terduga anggota ISIS yang ditangkap di Malang belum ada kepastian, apakah ditetapkan sebagai tersangka atau tidak. Polri memiliki waktu tujuh kali 24 jam untuk menelusurinya. “Kami akan lebih dalami lagi,” ujarnya.

Suami Dulu, Keluarga Nyusul

Dua belas WNI yang sudah kembali dari Turki memberikan kepastian penyebab mereka akan memasuki wilayah ISIS. Dari interograsi yang dilakukan polisi, mereka mengaku memang direkrut ISIS melalui pertalian keluarga. Salah satu WNI, Ririn Andriani Sawir dipastikan akan bergabung dengan ISIS karena suaminya telah bergabung.

Kabagpenum Mabes Polri Kombespol Rikwanto menjelaskan, ke-12 WNI tadi akan mengikuti keluarga yang telah berada di wilayah ISIS, inisialnya AD. Dengan begitu, ISIS memfasilitasi keluarganya untuk datang ke wilayah ISIS. Sementara, AD tinggal menunggu di sana. “Sejauh ini masih seperti ini hasilnya,” katanya, jumat (27/3)A�kemarin.

Karena sebagian besar dari 12 orang ini merupakan anak-anak, pola pendekatan yang dilakukan polisi pun akan berbeda. “Ada anak, remaja dan ibu, mereka diberikan pondok untuk istirahat sambil diinterogasi,” jelasnya.

Namun, mereka tidak akan lama di Mako Brimob Kelapa Dua. Ada rencana dalam satu atau dua hari ini untuk memindahkan mereka ke Rumah Sosial Bambu Apus. Setelah itu dibahas kemungkinan mengembalikan mereka ke daerah asal. “Tergantung pembahasan antara BNPT dan Kementerian Sosial,” paparnya.

Selama di Bambu Apus, akan ada proses deradikalisasi. Proses deradikalisasi itu diharapkan bisa efektif, sehingga mereka semua bisa kembali ke daerah. “Mereka ini hanya ikut-ikutan,” ujar Rikwanto.

Soal kemungkinan menerapkan pidana, Rikwanto memastikan Polri tidak akan melakukannya. Itu karena satu istri dan 11 anak itu hanya mengikuti keluarga mereka. “Mereka dipastikan satu keluarga dan ada kesan terpaksa ikut karena pertalian keluarga,” tegasnya.

Sementara, untuk empat WNI yang masih di Turki, dipastikan akan dideportasi setelah salah satunya melahirkan. Empat orang itu terdiri dari suami dan istri, serta dua anaknya. “Kalau dideportasi saat masih hamil malah berbahaya,” terangnya.

Sebelumnya, 12 WNI kembali ke Indonesia menggunakan pesawat Turkish Airlines Kamis malam. Mereka dibawa secara sembunyi-sembunyi melalui landasan. (eko/zal/and/idr/wan/kim/r3)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys