Ketik disini

Pendidikan

UN Kurang Gereget

Bagikan

* Siswa Sikapi Beragam

MATARAM – Pelaksanaan ujian nasional (UN) tahun 2015 sudah diambang mata. Jadwal pelaksanaannya pun telah dirilis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KemenKemendikbud). Jenjang SMA/ sederajat tanggal 13-15 April mendatang, dan jenjang SMP/ sederajat 4-6 Mei.

Namun tahun ini, ada sedikit perbedaan. Fungsi UN sebagai penentu kelulusan siswa kini beralih sebagai bahan pemetaan. Keputusan ini, menjadikan UN kini tidak menjadi momok menyeramkan. a�?UN tahun ini tidak begitu gereget,a�? ungkap H Fatwir Uzali, Kasek SMAN 1 Mataram pada Lombok Post, Jum’at (27/3). Padahal, menurut dia, dengan UN sebagai penentu kelulusan, ujian setahun sekali ini menjadi begitu sakral.A� Jauh hari sebelumnya, pihak sekolah mengambil langkah mempersiapkan diri guna mendapatkan hasil yang maksimal. a�?Tahun ini siswa lebih santai menghadapi UN,a�? terangnya.

Fatwir melanjutkan, dampak lain dari perubahan a�?a��statusa��a�� UN adalah persiapan bekal dan psikologi menghadapi ujian ini dianggap siswa tak terlalu penting. Mereka menganggap dengan berkelakuan baik, predikat lulus pasti diraih. a�?Tidak ada kasek yang tega tidak meluluskan anak didiknya,a�? imbuh Fatwir. Fitri, salah satu siswa SMAN 5 Mataram mengaku tidak terlalu cemas menghadapi UN. Persiapan yang dilakukannya pun biasa-biasa saja. a�?a��Saya pernah berniat masuk bimbingan belajar (Bimbel) guna menambah materi pelajaran. Namun, setelah mengetahui UN tidak menentukan, saya batalkan,a��a�� ujarnya.

Ayu, siswa lainnya, menyatakan sangat setuju terkait kebijakan UN hanya sebagai pemetaan. Menurutnya, setiap kali menjelang UN, banyak siswa yang melakukan tindakan nekat. Tindakan tersebut tak ayal bisa berujung merugikan diri sendiri maupun orang lain. Seperti membeli kunci jawaban, fenomena nikah muda, bahkan sampai berujung maut hanya karena depresi masalah UN. a�?Mungkin pemerintah banyak belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya,a�? jelasnya. Hal bertolak belakang diungkapkan Indah. Menurutnya, kebijakan ini membuat siswa menjadi malas-malasan untuk mendapat nilai yang sempurna di UN. a�?Seharusnya UN tetap menjadi penentu kelulusan,a�? ujarnya. (cr-zen/r6)A�

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys