Ketik disini

Headline Praya

Akhirnyaa�� Oknum Kepsek Dikerangkeng

Bagikan

* Dugaan Pelecehan Seksual Pelajar

PRAYA – Tentunya masyarakat Lombok Tengah tidak lupa kejadian dugaan pelecehan seksual di salah satu SMK. Kejadian ini melibatkan oknum kepala sekolah (kepsek) dan enam korban anak didiknya. Kasus yang mencuat sejak 14 Januari lalu akhirnya ada titik temu.

Polres Loteng telah menetapkan oknum kepsek inisial JA sebagai tersangka. Sebelumnya, dia telah dikenai wajib lapor setiap minggu ke Polres. Saat ini berkas perkaranya telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya. Dia pun, diringkus dan dijebloskan ke kerangkeng.

a�?Dari hasil penyidikan, tersangka sudah memenuhi unsur tindakan asusila dan melanggar undang-undang perlindungan anak,a�? kata Kasatreskrim Polres Loteng AKP Taufik, senin (6/4).

Dikatakan Taufik, untuk mencari dan mengumpulkan barang bukti, polisi membutuhkan waktu cukup lama. Memeriksa sejumlah saksi, baik korban, keluarga. Bahkan para guru yang mengetahui langsung dugaan pelecehan seksual ini. Hingga, polisi menetapkan dan menyimpulkan oknum kepsek ini terbukti bersalah. Oknum dikenai pelanggaran Undang-undang Nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan Undang-undang Nomor 32 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Hanya saja, selama pemeriksaan di kepolisian, tersangka tidak dikenai hukuman penjara. Kecuali, setelah pelimpahan tahap kedua pada Rabu, kemarin ke jaksa. a�?Berkas perkara sudah lengkap. Sekarang tergantung jaksa, kapan akan disidangkan,a�? kata Taufik.

Dari perjalanan catatan Lombok Post, kasus itu terbongkar setelah koran ini didampingi beberapa mantan guru menemui sejumlah korban dugaan pelecehan seksual. Hasilnya, satu per satu korban anak di bawah umur itu terkuak. Mereka pun mengakui dugaan pelecehan seksual yang terjadi di sekolahnya tersebut.

Kisahnya terjadi pada September, November, dan Desember 2014 lalu. Di mana, korbannya adalah siswi yang duduk di kelas X.

Dalam kasus ini, Disos Provinsi dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB turun tangan. Mereka memberikan perlindungan khusus kepada korban. a�?Semoga ini, menjadi pelajaran bagi seluruh lembaga pendidikan di Loteng,a�? kata mantan guru yang namanya tidak mau dikorankan.

Dia pun memberikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang serius menegakkan hukum. a�?Alhamdulillah, anak-anak kami yang menjadi korban dugaan pelecehan seksual itu, kembali bersekolah di tempat yang berbeda. Mereka mendapat beasiswa. Terima kasih kepada pemerintah,a�? ujarnya.(dss/r11)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys