Ketik disini

Headline Metropolis

Dewan Penyantun IAIN Turun Tangan

Bagikan

* Temui Menag Terkait Polemik Rektor

A�

MATARAM – Dewan Penyantun IAIN Mataram prihatin atas polemik pemilihan rektor IAIN Mataram yang tak kunjung usai. Lembaga yang dipimpin Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi ini pun akhirnya turun gunung. Dewan Penyantun akan bertemu Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, dan meminta penjelasan.

a�?Dipimpin Pak Gubernur, Dewan Penyantun akan bertemu Menteri Agama,a�? kata Anggota Dewan Penyantun IAIN Mataram H Mesir Suryadi usai pertemuan di ruang kerja gubernur, Senin (6/4) kemarin.

Dewan Penyantun IAIN Mataram beranggotakan seluruh bupati dan wali kota, serta tokoh masyarakat di NTB. Selama dua jam, kemarin mereka mendiskusikan polemik yang membelit IAIN Mataram, bersama gubernur.

Kata Mesir, Dewan Penyantun memang tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi proses pemilihan rektor IAIN Mataram. Sebab, mekanisme pemilihan rektor sepenuhnya sudah diatur dalam Statuta IAIN dan otoritasnya berada di tangan senat.

Namun, lantaran polemik pemilihan rektor tak kunjung tuntas, maka Dewan Penyantun terpaksa turun tangan. Sebab, polemik berkepanjangan mempertaruhkan banyak hal. Tak kecuali aktivitas belajar mengajar mahasiswa di perguruan tinggi negeri terbesar kedua di NTB ini.

Pertemuan dengan Menteri Agama pun, untuk mempertanyakan apa sebetulnya yang tengah disiapkan kementerian itu terkait penyelesaian masalah yang membeli IAIN Mataram. a�?Kami tidak ke sana untuk mendesak-desak pelantikan. Atau mendesak pemilihan rektor diulang,a�? tandasnya.

Dalam pandangan Dewan Penyantun, yang dihadapi IAIN Mataram memang tak ubahnya buah simalakama. Pada Maret lalu, rektor terpilih, Prof Taufik, sudah memasuki masa pensiun. Sementara jika pemilihan rektor harus diulang, menjadi tidak adil bagi Prof Taufik. Sebab, dia telah terpilih melalui proses yang demokratis. Namun, justru tak mendapat haknya. Akibatnya muncul adanya tudingan telah terjadi penzaliman terang-terangan.

Namun, yang pasti, kata Mesir, fokus Dewan Penyantun bukan soal nasib orang per orang. Melainkan nasib institusi IAIN Mataram secara keseluruhan. Apalagi, NTB memiliki harapan besar pada IAIN Mataram, sebagai perguruan tinggi islam negeri satu-satunya di daerah ini.

Membiarkan polemik terus berlarut-larut juga kata Mesir, sama saja mencoreng nama perguruan tinggi tersebut. Apalagi, sedang ada inisiasi untuk menjadikan perguruan tinggi ini sebagai Universitas Islam Negeri, dan telah pula mendapat persetujuan dari Menteri Agama sebelumnya, Surya Dharma Ali. a�?Karena itu, kita ingin ada kejelasan dari Menteri Agama. Mesti ada jalan keluar,a�? katanya. (kus/r9)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys