Ketik disini

Ekonomi Bisnis Headline

Kembali ke Tempo Dulu

Bagikan

* Petani Diminta Optimalkan Lumbung Pangan

MATARAM – Kepala Dinas Pertanian NTB Mokhlis menyarankan petani menunda jual gabah dengan mengoptimalkan lumbung pangan. Selama masa itu, petani bisa memantau harga. Jika harga naik, petani bisa mengeluarkan cadangan gabah di lumbung pangan untuk dijual.

a�?Bersama teman-teman di kecamatan, perlu disarankan agar petani kembali ke tempo dulu, nenek moyang sudah ajarkan. Memanfaatkan lumbung pangan, saat dibutuhkan baru ditumbuk menjadi beras atau dijual,a�? kata Mokhlis pada Lombok Post, senin (6/4).

Dia mengakui, kondisi harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani berada di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp 3.700 per kilogram (kg). Kondisi itu terjadi di 10 kabupaten/kota yang menjadi sentra padi. Sehingga, alternatif yang paling mungkin dilakukan agar petani tidak mengalami kerugian, melakukan tunda jual dengan melakukan penyimpanan di lumbung pangan.

a�?Tunggu daya beli rakyat lain dan Bulog membaik, itu yang kami sarankan,a�? katanya. a�?Upaya itu harus dikembalikan masyarakat. Bukan pada pemerintah saja,a�? tambahnya.

Di sisi lain, lanjut dia, hasil panen tahun ini sangat bagus, hampir mencapai 10 ton per hektare. Sehingga tidak mungkin menyebabkan harga gabah anjlok. Pasalnya rata-rata petani menjual hasil panen berkisar Rp 3.500 hingga Rp 4.000 per kilogram. Selain itu, indikator penggunaan pupuk berimbang. Menurutnya lebih bagus dari tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya penggunaan pupuk urea lebih banyak, sementara saat ini penggunaan pupuk NPK yang lebih banyak.

a�?Artinya bila secara teknis sudah berimbang maka hasilnya akan bagus,a�? jelasnya. Data Badan Ketahanan Pangan (BKP) NTB mencatat jumlah lumbung pangan modern atau permanen di NTB hingga akhir tahun 2014 sebanyak 288 lumbung yang dikelola gabungan kelompok tani (Gapoktan). Lumbung pangan itu dimanfaatkanA� sebagai sarana penyimpanan produksi mereka.

Lumbung tersebar di Kota Mataram 7 lumbung, Kabupaten Lombok Barat 27 lumbung, Lombok Tengah 51 lumbung, Lombok Timur 54 lumbung, Lombok Utara 19 lumbung. Selain itu, Kabupaten Sumbawa Barat 14 lumbung, Sumbawa 40 lumbung, Dompu 31 lumbung, dan Kabupaten Bima 41 lumbung, dan Kota Bima 4 lumbung.

Kasubid Cadangan dan Ketahanan Pangan NTB, Moh Zubirman mengatakan, lumbung pangan modern tersebut ada yang dibangun dari dana alokasi khusus (DAK) dan APBD Pemprov NTB, serta dana APBD pemkab/kota.

Masing-masing gapoktan pengelola lumbung pangan, lanjut dia, menyimpan cadangan pangan berupa beras yang biasanya dimanfaatkan untuk kebutuhan anggota kelompok pada musim paceklik.

a�?Jumlah cadangan pangan berupa beras hingga tahun 2014 sebanyak 715 ribu kilogram,a�? tuturnya.

Selain lumbung pangan modern, BKP NTB juga mencatat jumlah lumbung pangan tradisional untuk menyimpan gabah sebanyak 2.941 unit. Kabupaten yang memiliki lumbung terbanyak adalah Kabupaten Bima sebanyak 864 lumbung, Kabupaten Lombok Timur 548 lumbung, dan Kabupaten Lombok Tengah 530 lumbung.

Untuk Kabupaten Dompu, jumlah lumbung pangan tradisional sebanyak 479 lumbung, Kabupaten Sumbawa 203 lumbung, Kabupaten Lombok Utara 187 lumbung, Kabupaten Sumbawa Barat 56 lumbung, dan Kota Mataram 22 lumbung. (cr-ewi/r7)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys