Ketik disini

Tanjung

Koka�� Tak Punya IO Dibiarkan Beroperasi?

Bagikan

* Pemkab Cari Solusi Atasi Air Bersih

TANJUNG – Dewan dan Eksekutif KLU sepakat tidak memberikan izin operasional (IO) PT Berkah Air Laut (BAL). Saat ini, perusahaan yang beroperasi di Gili Trawangan itu mengantongi izin dari bupati, rekomendasi UPL/UKL dari KLH, serta IMB dan KPPT.

Asisten III Setda Lombok Utara Melta menjelaskan, PT BAL tidak konsisten dengan izin awal. Namun demikian, pemkab belum dapat mengambil sikap tegas lantaran persoalan air bersih di Trawangan belum teratasi hingga saat ini. a�?Ini yang menjadi kendala belum bisa kita tindak,a�? ujarnya, Senin (6/4).

Anggota Komisi III DPRD Lombok Utara M Arsan mengatakan, dirinya mendapatkan pesan singkat terkait keberadaan PT BAL di Trawangan. Isi pesan singkat tersebut adalahA� masyarakat akan melakukan aksi protes apabila PT BAL ditutup. Hal ini karena saat ini suplai air bersih hanya dilakukan PT BAL sehingga jika ditutup masyarakat khawatir kesulitan mendapatkan air bersih.

a�?Sekarang saya buka, belakangan saya terima beberapa SMS yang bunyinya bernada ancaman. Bahwa masyarakat akan siap demo apabila BAL ditutup sebelum ada solusi yang tepat,a�? kata Arsan.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Lombok Utara Ardianto menyambut baik langkah pemkab tetap menolak memberikan izin operasional kepada PT BAL. Menurutnya, baik masyarakat dan DPRD memberi apresiasi atas inisiatif investasi BAL hingga memberikan pelayanan selama dua tahun terakhir. Namun demikian, pihaknya tidak ingin ada negosiasi susulan terkait IO yang sampai saat belum dikantongi.

a�?Kami apresiasi keberadaan BAL, tetapi kami tidak ingin mendengar pemkab memberikan izin di pertengahan jalan. BAL melakukan penggalian di Trawangan, kalau ditambah dengan penggalian hotel-hotel di Gili, maka tiga gili lama kelamaan akan menjadi daratan terapung,a�? kata Ardianto.

Ditambahkan, dewan sejauh ini hanya mengetahui bahwa investasi yang diajukan BAL mengacu pada proses penyulingan melalui pemasangan instalasi perpipaan ke laut lepas. Namun belakangan, setelah PT BAL diketahui melakukan penggalian, maka realisasi investasinya sudah melenceng dari pengajuan izin awal.

Menurutnya, pihaknya setuju jika pemkab tidak mengeluarkan izin untuk itu. Namun sekarang pemerintah justru terjebak. a�?Seandainya izin PT. BAL dicabut, masyarakat pasti kesulitan air bersih. Untuk itu, fokus kita adalah bagaimana mencarikan solusi tepat untuk mengantisipasi itu,a�? pungkasnya. (puj/r11)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *