Ketik disini

Headline Tanjung

Waduh.. Investor Mau Ambil Sumber Mata Air

Bagikan

* Wajar Jika PDAM Menolak Kerja Sama

TANJUNG – Penolakan PDAM Tanjung atas rencana investasi PT Berjaya Lombok Tirta (BLT) rupanya mendasar. Ada beberapa alasan yang diungkapkan Direktur PDAM Tanjung di hadapan DPRD Lombok Utara. Itu dinilai sangat merugikan daerah apabila PDAM setuju bekerja sama dengan PT BLT dalam menyediakan air bersih di tiga gili.

”Salah satunya jika investor mengalami kerugian dalam penjualan di bawah target maka pemkab yang harus menanggung kerugian tersebut,” ungkap Direktur PDAM Tanjung Suhaili, Senin (6/4).

Beberapa risiko apabila kerja sama PT BLT disetujui mencakup kenaikan suku bunga bank akibat pendanaan investasi Rp 222 miliar. Lebih dari itu dimungkinkan diperoleh dari leasing. Ada pula klausul kerugian yang harus ditanggung akibat fluktuasi nilai tukar rupiah. Serta PDAM dan pemkab harus menanggung beban risiko apabila investor tidak mencapai rasio penjualan debit air dalam sebulan.

Bahkan tidak hanya kerugian yang harus ditanggung pemkab. Salah satu hal yang juga menjadi pertimbangan menolak adalah apabila investasi ini disetujui, investor meminta sumber mata air yang dijadikan penyuplai air bersih menjadi milik investor. Dalam kesempatan tersebut, Suhaili juga menegaskan jika PDAM Tanjung sangat mampu untuk menyediakan air bersih di kawasan tiga gili.

Beberapa alasan ini memang tidak pernah diungkapkan PT BLT saat melakukan ekspose di depan anggota DPRD Lombok Utara. Sehingga wajar alasan PDAM ini mengejutkan kalangan dewan yang hadir dalam pertemuan Senin (6/4).

Ketua Komisi I DPRD Lombok Utara Ardianto mengatakan, jika memang benar penjelasan PDAM, pihaknya juga tidak akan menyetujui rencana investasi itu. ”BLT selama ini selalu mengatakan tidak ada anggaran daerah, dan daerah tidak dirugikan,” tandasnya.

Karena ada penjelasan yang berbeda dari PDAM dan PT BLT ini maka harus dipertegas dalam rapat yang mempertemukan keduanya. ”Untuk lebih jelas kita akan gelar rapat yang mempertemukan PDAM dan PT BLT. Dari pertemuan nanti akan jelas mana yang benar,” cetusnya.

Sementara itu, Asisten I Setda Lombok Utara Kholidi Kholil mengatakan, pemkab memang sudah melakukan MoU dengan PT BLT terkait studi banding rencana SPAM di Lombok Utara. Hasil kajian ini yang akan dipelajari apakah layak dikembangkan atau tidak.

Dan dari hasil studi banding yang sudah disampaikan, pemkab menolak karena dicantumkan apabila ada kerugian yang dialami investor maka menjadi tanggungan PDAM dan pemerintah. ”Tentu ini sangat merugikan daerah. Pemkab juga melihat PDAM sangat siap untuk penyediaan air bersih di tiga gili,” pungkasnya. (puj/r11)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *