Ketik disini

Tanjung

Dispar Mau Bangun Kampung Wisata

Bagikan

TANJUNG – Pariwisata, salah satu sektorA� andalan Lombok Utara. Pengembangan destinasi wisata baru untuk menciptakan pariwisata berkelanjutan berbasis kemasyarakatan mulai digerakkan.

Dinas Pariwisata Lombok Utara tengah mewacanakan membangun kampung wisata berbasis teknologi informasi. Program, ini dibantu salah satu lembaga konsultan dari Jerman. Yakni Deutsche Gesellchaft fur Intenastionale Zusammernarbeit (GIZ).

GIZ akan mendampingi bagaimana membangun pariwisata yang berkelanjutan atau sustanabletTourisme berbasis kemasyarakatan. a�?Terobosan kreatif yang tengah kami garap sekarang ini sebagai destinasi baru pariwisata Lombok Utara,a�? kata Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara Muhadi, selasa (7/4).

Kampung wisata berbasis IT ini, diyakini bisa lebih cepat berkembang dibanding melalui cerita ke cerita. Fungsi teknologi informasi sendiri adalah menyediakan data dan pengolahan data yang menghasilkan informasi bagi calon wisatawan. Melalui pengolahan data sistem website sebagai alat bantu yang dapat menginformasikan objek wisata dan daya tarik wisata itu sendiri.

Dikatakan, GIZ sudah melakukan penelitian ke seluruh dusun di Lombok Utara. Dan menunjuk Dusun Prawira Desa Sokong, Kecamatan Tanjung sebagai kampung wisata yang akan dikembangkan.
Dusun Prawira ditunjuk karena dinilai memiliki banyak keistimewaan. Salah satunya adalah adanya peninggalan sejarah yang masih tersimpan di a�?Bale Gedea�?. Peninggalan seperti senjata kuno khas Lombok, sastra kuno sertaA� arsitektur dan seni kerajinan yang masih tersimpan yang dinilai menjadi modal untuk daya tarik wisatawan.

Selain itu, di Kampung Prawira terdapat banyak industri rumah tangga seperti kuliner. Kampung Prawira juga ditunjuk sebagai kampung wisata karena dinilai memiliki akses terdekat dengan obyek wisata seperti tiga gili. Tersedianya fasilitas hotel maupun restoran terdekat. Demikian juga dengan jarak rumah kreatif dengan kampung Prawira lebih dekat serta tersedianya pasar UMKM di Tanjung.

Muhadi menambahkan, GIZ sebagai lembaga konsultan yang membantu pendampingan akan bekerja selama dua tahun lebih. Seperti yang dilakukan di Lombok Barat dimana Banyumulek ditetapkan sebagai kampung wisata. Paling tidak GIZ membantu bagaimana mengembangkan kampung wisata ini sampai masyarakat benar-benar memahami.

a�?Kita berharap terobosan dengan membangun kampung wisata di Lombok Utara ini dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung lebih lama dari sebelumnya,a�?pungkasnya. (puj/r11)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys