Ketik disini

Kriminal

Jadi Tersangka Tapi Tak Ditahan

Bagikan

MATARAM – Para bandit yang diduga menjadi dalang dari peredaran pupuk ilegal di NTB, untuk sementara waktu, masih bisa menghirup udara bebas. Meski berdasarkan hasil gelar perkara, status mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka, kepolisian tak lantas melakukan penahanan.

a�?Para tersangka dianggap masih koorperatif jadi untuk sementara tidak ditahan,a�? kata Kabid Humas Polda NTB AKBP M Suryo Saputro SIK, kemarin (7/4).

Salah satu oknum yang ditetapkan sebagai tersangka adalah MA, 46 tahun (inisial). Laki-laki asal Dusun Lenting Lauk, Desa Lenting, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) ini diduga telah mengolah atau mengedarkan pupuk tanpa izin serta tanpa label. Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 120 ayat 1 UU RI No 3 tahun 2014 tentang perindustrian.

Diketahui, praktik pemalsuan pupuk yang dilakukanA� MA akhirnya terungkap setelah jajaran Direktorat ReskrimsusA� Polda NTB melakukan penggerebekan di TPA Ijo balit, Kecamatan Labuhan Haji. Polisi pun ikut menyita 93 sak pupuk hasil olahan, 77 sak kapur, 2 sak kalsium, 1 dam tanah urug, dan beberapa jenis cairan yang biasa digunakan sebagai campuran membuat pupuk palsu.

Praktik hampir serupa juga dilakukan oleh oknum berinisial SM di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). SM yang kini juga sudah resmi ditetapkan sebagi tersangka oleh Polres Loteng ikut kedapatan memproduksi pupuk tak berijin. Perbuatan pelaku dianggap melanggar ketentuan dalam UU No 12 Tahun 1992 tentang sistem budidaya tanaman.

Selain pelanggaran dengan memproduksi pupuk ilegal, polisi juga sudah menetapakan sebagai tersangka beberapa oknum terkait tindak pidana pupuk bersubsidi di Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Salah satu oknum yang ditetapkan sebagai tersangka berinisial LA, 50 tahun. Modus yang dipakai warga Gerung ini adalah dengan membeli pupuk bersubsidi kemudian dikemas kembali menjadi produk berbeda.

Praktik serupa juga dilakukan dua orang oknum lasin di Lobar berinisial RH, 42 tahun dan DD, 34 tahun. Dari TKP yang berlokasi di Desa Lembar Selatan, polisi diketahui sudah menyita 93 karung pupuk Urea yang masing-masing berkapasitas 50 kilogram. Atas perbutannya tersebut, para pelaku diancam melanggar Pasal 106 jo Pasal 24 ayat (1)UU No 7 tahun 2014 Tentang Perdagangan dan Pasal 90 UU No 15 Tahun 2001 tentang merek.

a�?Jadi, kasus ini ada yang proses penanganannya langsung oleh Polda maupun dari masing-masing Polres setempat,a�? terang Suryo.

Adapun peredaran pupuk illegal di NTB sendiri memang mendapat atensi khusus dari kepolisian. Terutama di tengah kelangkaan pupuk yang rawan terjadi. Dari praktik ilegal tersebut, tentu saja masyarakat sebagai konsumen yang paling dirugikan. (uki/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys