Ketik disini

Metropolis

Pengerukan Pasir Lotim Ubah Bentang Alam

Bagikan

MATARAM – Rencana pengerukan pasir di Kabupaten Lombok Timur, untuk membuat dataran baru di Teluk Benoa, Bali dinilai peneliti lingkungan akan mengubah bentang alam. Pulau Lombok merupakan pulau kecil yang harus dijaga ekosistemnya. Baik ekosistem di daratan maupun di lautan.

a�?Sangat harus diperhatikan resikonya tidak hanya mengutamakan PAD semata,a�? kata Peneliti Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Kelautan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Andy Afandy usai seminar pemahaman pengelolaan pesisir terpadu dalam pengurangan resiko bencana di Hotel Santika Mataram, Selasa (7/4).

Menurutnya, pengerukan maupun penyedotan harus dipikirkan dampaknya hingga 5 atau 10 tahun kedepan. Pasalnya sudah termasuk mengubah bentang alam, tidak dipungkiri akan terjadi sesuatu yang berakibat buruk. a�?Arus laut terganggu, tadinya adem ayem berimbas bencana alam. Seharusnya konservasi untuk menjaga itu semua,a�? tuturnya.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 153 kabupaten/kota berada di zona bahaya sangat tinggi, dan 232 kabupaten/kota berada di zona bahaya tinggi. Provinsi NTB termasuk didalamnya dan wilayah pesisir sangat rawan terhadap bencana. Wilayah pesisir di Kabupaten Lombok Timur, lanjut dia, harus dikelola secara terpadu demi pengurangan resiko bencana.

a�?Kita punya badai, potensi topan juga ada, jangan ganggu rute inilah,a�? tegasnya. a�?Saya rasa, pemkab Lombok Timur belum punya visi sama kedepannya. Pola pikir perlu diubah. Bukan hanya program indah tapi justru membuat hancur,a�? pungkasnya. (cr-ewi)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys