Ketik disini

NASIONAL

Potensi Kecurangan Turun, Itjen Tetap Mengawasi

Bagikan

JAKARTA – Potensi kecurangan ujian nasional (UN) tahun ini diprediksi bakal turun. Salah satu penyebabnya adalah kebijakan UN tak lagi menjadi penentu kelulusan.

Meski begitu, Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Haryono Umar mengatakan, fungsi Itjen sebagai pengawas internal tetap dijalankan. “Secara sampling kita akan turunkan pengawas langsung ke daerah-daerah,” jelas dia di Jakarta kemarin (7/4).

Bentuk pengawasan lainnya adalah Itjen Kemendikbud akan membuka call center pengaduan UN. Dalam waktu dekat, layanan pengaduan ini akan dibuka secara resmi dan bisa diakses semua pihak. Masyarakat yang menemukan peredaran kebocoran soal ujian maupun jual beli kunci jawaban, diharapkan aktif melaporkan. Sehingga tim Itjen Kemendikbud bisa menelusuri kebenaran dua gangguan itu.

Menurut Haryono kebijakan UN tak lagi menjadi penentu kelulusan harus mendapat perhatian serius dari masyarakat, khususnya siswa dan orang tua. Dia berharap tidak ada lagi yang mencari-cari kunci jawaban atau bocoran soal UN. “Kita berharap UN tahun ini lebih klir dan dikerjakan apa adanya,” jelas dia.

Haryono kemudian mengevaluasi kegiatan percetakan naskah UN. Dia menuturkan sistem baru yang dijalankan saat ini mempermudah pengelolaan percetakan naskah UN. Sistem baru itu adalah, Kemendikbud memberikan kewenangan tender percetakan naskah UN kepada pemerintah daerah.

“Pemda jadi ikut noto-noto (menata, red) pelaksanan UN, khususnya tender percetakan. Jadi tidak semua dibebankan ke Kemendikbud,” tandasnya. Haryono menuturkan pemda hanya dipasrahi untuk membuka lelang saja. Sedangkan anggarannya tetap menggunakan uang Kemendikbud.

Sistem baru ini akan dievaluasi dan jika terbukti baik, akan dipertahankan dalam pengadaan naskah UN tahun depan. Pelaksanaan UN yang kurang sepekan lagi, dia harapkan berjalan lancar. Proses pendistribusian naskah UN dari provinsi menuju kabupaten/kota yang berjalan saat ini, diharapkan tepat waktu.

UN jenjang SMA sederajat akan dilaksanakan Senin, 13 sampai 15 April nanti. Total peserta ujian tahunan ini ada 1,6 juta siswa untuk SMA dan 1,1 juta siswa untuk SMK. Jika digabung dengan jenjang SMP, peserta unas mencapai 7,3 juta siswa. Jawa Barat menjadi provinsi dengan peserta unas terbanyak, yakni 1,2 juta siswa lebih. Sedangkan Kalimantan Utara menjadi provinsi paling sedikit dengan jumlah peserta 19 ribuan siswa. (wan)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys